Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany. (Foto: MI/Farhan)
Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany. (Foto: MI/Farhan)

Wali Kota Tangsel Cari Cara Terbebas dari Zona Merah Covid-19

Nasional Virus Korona Pencegahan Covid-19 zona covid-19
Farhan Dwitama • 23 Oktober 2020 14:27
Tangerang: Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany, tengah mencari cara agar wilayahnya terbebas dari status zona merah penyebaran covid-19. Ia menyebut, kendati tingkat kesembuhan pasien positif virus korona tinggi, angka kematian akibat covid-19 juga tetap meningkat.
 
"Saya sudah instruksikan insyaallah sore ini kita bahas dan diskusi dengan Dinas Kesehatan, sehingga Tangsel tidak zona merah," ungkap Airin, Jumat, 23 Oktober 2020.
 
Airin mengaku wilayahnya saat ini melanjutkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga akhir November 2020. Dia memastikan pelaksanaan PSBB sama dengan periode sebelumnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca juga:Jembatan Hanyut, Akses Kulon Progo-Bantul Terputus
 
"Kita terus kerja keras, karena kalau dilihat angka kesembuhan naik di atas 80 persen, tapi angka kematian masih ada. Sehingga itu menjadi bahan kita melakukan evaluasi," jelas dia.
 
Dia juga mendorong upaya pencegahan dengan penyemprotan disinfektan terus dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan petugas di tingkat kelurahan dan kecamatan.
 
Selain itu, Airin juga telah meminta para camat dan lurah mengaktivasi kembali Satgas Covid-19 tingkat RT/RW yang dinilai belum maksimal.
 
"Kita mendorong masyarakat menjalankan protokol kesehatan di lingkungan rumah. Fokusnya bukan cek poin, tapi mendorong kedisiplinan kepada masyarakat agar ini menjadi kebutuhan dan kebiassaan bukan keharusan saja," ungkapnya.
 
Baca juga:Makam Bocah Kelas 6 SD di Jombang Dibongkar, Diduga Dibunuh Teman Sendiri
 
Di sisi lain, Airin juga akan mengevaluasi tingkat kematian pasien covid-19 yang terus terjadi. Apakah karena lambannya penanganan pasien di Rumah sakit atau ada hal lain.
 
"Kita evaluasi persoalan orang meninggal karena apa. Terlambat masuk penanganannya? apa mungkin kurang fasiltas? obat, atau karena lainnya. Ini yang terus kita lakukan evaluasi," papar dia.
 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif