ilustrasi Medcom.id
ilustrasi Medcom.id

Otak Pembakar Satu Keluarga di Makassar Dipastikan Bunuh Diri

Nasional kebakaran rumah kasus narkoba
Andi Aan Pranata • 25 Oktober 2018 17:03
Makassar: Penyidik Reserse Kriminal Polrestabes Makassar, Sulawesi Selatan, memastikan bahwa narapidana Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1A Makassar Akbar Daeng Ampuh mati bunuh diri. Jasad narapidana kasus narkotika dan tersangka kasus pembunuhan satu keluarga itu ditemukan di ruang isolasi Lapas pada Senin 22 Oktober 2018 lalu.

Polisi memastikan penyebab kematian Akbar usai menerima hasil visum terhadap jenazah. Kesimpulan didukung dengan olah tempat kejadian perkara serta pemeriksaan sejumlah saksi. 

“Kami menyimpulkan bahwa tidak ada tanda kekerasan atau perlawanan pada korban yang mengindikasikan tindak pidana,” kata Kepala Satuan Reskrim Polrestabes Makassar Kompol Wirdhanto Hadicaksono di Makassar, Kamis 25 Oktober.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Baca: Otak Pembakar Satu Keluarga di Makassar Tewas Diduga Bunuh Diri Akbar ditemukan tewas di ruang isolasi buatan Lapas Makassar pada Senin pagi. Jasadnya dalam keadaan terlilit rantai borgol. Petugas sebelumnya sengaja memborgol Akbar dengan rantai karena sejumlah pelanggaran di Lapas.

Menurut Wirdhanto, Akbar diduga bunuh diri karena tekanan mental dan depresi berat. Itu diperkuat dengan keterangan rekan Akbar di lapas, yang menyebutnya punya beban psikologis karena berbagai persoalan yang dialami.

“Korban melilitkan rantai borgol di leher dan kemudian menekan dengan menggunakan kaki, sehingga patah tulang lehernya di bagian belakang,” kata Wirdhanto.

Baca: Perintah Bakar dari Balik Jeruji

Akbar, selain napi kasus narkotika, diketahui sebagai tersangka pembakaran rumah yang menewaskan satu keluarga di jalan Tinumbu Makassar, 6 Agustus lalu. Dari Lapas, dia memerintahkan eksekutor membakar rumah korban. Pembakaran didasari masalah piutang transaksi narkoba. Salah satu korban disebut berhutang senilai Rp29 juta.

Sebelumnya Kepala Lapas Klas I Makassar Budi Sarwono membenarkan soal kematian Akbar. Jasad ditemukan tak bernyawa saat hendak dibangunkan untuk sarapan. 

Budi mengungkapkan, Akbar menempati ruang isolasi buatan di Lapas. Ruangan berada di blok I1, yang biasanya ditempati napi kasus tipikor. Dia membenarkan napi dalam kondisi diborgol, setelah kembali usai diperiksa di Polrestabes Makassar soal kasus pembakaran.


(ALB)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi