ilustrasi Medcom.id
ilustrasi Medcom.id

Pelaku Penipuan Rp1,7 Miliar di Malang Ditetapkan DPO

Nasional penipuan polisi Kota Malang
Daviq Umar Al Faruq • 12 Mei 2022 15:55
Malang: Polisi tengah memburu seorang pelaku penipuan bernama Soedarsono alias Mboen, 57, warga Kota Malang, Jawa Timur. Pria yang dilaporkan melakukan penipuan dengan kerugian Rp1,7 miliar tersebut telah dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).
 
"Pelaku merupakan seorang Manajer Pengurus Koperasi Serba Usaha Lumbung Artho. Perbuatan pelaku merugikan korban senilai Rp1,7 miliar," kata Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, AKP Bayu Febrianto Prayoga, Kamis, 12 Mei 2022.
 
Baca: Hati-hati Kena Tipu! LPS Tidak Pernah Menawarkan Pinjaman

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bayu menjelaskan modus yang dilakukan pelaku yakni dengan mengaku kepada korban sebagai pimpinan di koperasi tempat dia bekerja. Kemudian, pelaku memberikan janji keuntungan kepada korban jika berinvestasi pada koperasi tersebut.
 
Korban yang kemudian tergiur janji tersebut lalu menyerahkan sejumlah uang kepada pelaku. Namun ternyata uang tersebut tidak dikelola dan justru dimasukkan ke rekening pelaku.
 
"Uangnya masuk ke rekening tersangka dan dipergunakan untuk membeli aset atas nama tersangka," jelasnya.
 
Hingga saat ini, polisi baru mendapat laporan dari satu orang korban terkait kasus penipuan tersebut. Bayu mengaku sebelum menetapkan sebagai DPO, polisi telah melakukan pemanggilan kepada pelaku sebanyak dua kali.
 
Namun, pelaku yang berdomisili di Jalan Pahlawan Trip Taman Ijen B16-C Kota Malang tersebut, tidak mengindahkan panggilan polisi. Hingga saat ini, polisi masih mencari keberadaan pelaku untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya itu.
 
"Kami sudah tetapkan sebagai tersangka. Sudah dua kali dipanggil, namun tidak hadir karena alasan yang tidak jelas," ungkapnya.
 
Saat ini pihak kepolisian juga masih berupaya menelusuri adanya sejumlah aset yang dimiliki tersangka dan berkaitan dengan kasus penipuan yang merugikan korban sebilai Rp1,7 miliar tersebut. Atas perbuatannya, pelaku dikenakan pasal 378 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman hukuman penjara paling lama empat tahun.
 
 
 
(DEN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif