Ilustrasi Medcom.id
Ilustrasi Medcom.id

Puluhan Rumah di Pati Rusak Dihantam Banjir Bandang

Media Indonesia • 28 Juni 2022 13:52
Pati: Diterjang banjir bandang, sebanyak 26 rumah milik warga Desa Tunjungrejo Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati Jawa Tengah rusak. Puluhan jiwa warga terpaksa menumpang ke rumah warga lain karena rumahnya tidak dapat ditempati.
 
Ratusan warga bersama petugas dari PUPR Pati, TNI, Polri, BPBD dan PMI Pati sejak pagi tetus bergotong-royong membersihkan puing bangunan dan memperbaiki kembali puluhan rumah
yang rusak akibat diterjang banjir bandang di Desa Tunjungrejo, Kecamatan Margorejo, Pati.
 
Hujan lebat disertai angin kencang terjadi Senin malam, 27 Juni sekitar pukul 22.30 WIB mengakibatkan tanggul Sungai Sat yang berhulu di Pegunungan Muria jebol, akibatnya banjir bandang menerjang desa itu hinga tercatat 26 rumah dan lima rumah di antaranya mengalami kerusakan berat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami langsung berlari menyelamatkan diri, karena banjir cukup cepat naik dan mengalir deras merubuhkan beberapa bangunan rumah," Widarti,45, warga setempat.
 
Baca: Sungai Meluap, 3 Kecamatan di Cilacap Dikepung Banjir

Kepala Desa Tunjungrejo Muchammad Ali Zuhri mengatakan banjir terjadi akibat tanggul sungai jebol tersebut tidak berlangsung lama karena jelang pagi air sudah kembali surut, namun banjir tersebut meninggalkan kerusakan cukup parah yakni puluhan rumah rusak dan di antaranya roboh.
 
Tanggul Sungai Sat mengalami jebol sepanjang 20 meter, lanjut Muchammad Ali Zuhri, dan sejak pagi Dinas PUPR Pati telsh menurunkan alat berat untuk melakukan penambalan.
 
"Tidak ada korban jiwa dalam bencana ini, tetapi puluhan warga kehilangan tempat tinggal dan kini masih dilakukan perbaikan," imbuhnya.
 
Sebelumnya banjir bandang juga terjadi di beberapa wilayah di Pati, tercatat terjadi di Kecamatan Winong, Kayen, Gabus dan Tambakromo, namun banjir tersebut segera surut dan tidak menimbulkan kerusakan seperti terjadi di Desa Tunjungrejo, Kecamatan Margorejo ini.
 
Kepala BPBD Pati Martinus Budi Prasetya mengatakan banjir bandang terjadi karena air sungai berhulu di Pegunungan Muria dan Kendeng Utara cukup besar, sehingga beberapa sungai meluap dan tanggul jebol.
 
"Kita siagakan petugas untuk terus memantau kondisi, jika diperlukan warga kita evakuasi ke daerah aman," imbuhnya.
 
(WHS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif