ilustrasi/Medcom.id
ilustrasi/Medcom.id

Pungli di SMKN 5 Bandung, Disdik Jabar Diminta Evaluasi PPDB

Roni Kurniawan • 23 Juni 2022 18:18
Bandung: Pengamat Pendidikan dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Cecep Darmawan, meminta Dinas Pendidikan Jawa Barat untuk segera evaluasi pelaksaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2022-2023. Hal itu seiring adanya operasi tangkap tangan (OTT) di SMKN 5 Kota Bandung tim Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih (Saber) Pungutan Liar (Pungli) Jabar.
 
Menurut Cecep, pelaksanaan PPDB harus dilakukan melalui komitmen bersama agar tidak terjadi tindak kecurangan yang dapat merugikan masyarakat. Hal itu pun terjadi di SMKN 5 Bandung adanya pungli atas aduan masyarakat dengan modus memungut iuran seragam pramuka.
 
"Harus pastikan dulu oleh Disdik apakah sistem atau orangnya. Prinsipnya harus evaluasi. Sebenernya masalah utama itu ialah komitmen dari semua penyelenggara. Kalau ada niat kecurangan ya apapun bisa saja. Kedua, komitmen bisa dibangun oleh sistem PPDB yang baik, seperti transparan, akuntabel, memenuhi azas pemerintahan yang baik, termasuk pengawasan di dalamnya," ujar Cecep, Kamis, 23 Juni 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menuturkan seharusnya pelaksanaan PPDB dilakukan penuh secara daring atau online. Tidak boleh ada pertemuan antara orang tua murid dengan petugas.
 
Hal itu, lanjutnya, berpotensi besar terjadinya pungli seperti yang terjadi di SMKN 5 Bandung karena masih adanya pertemuan langsung.
 
"Ya menurut saya selalu ada peluang kerentanan. Masalah ketahuan atau tidak jalan tutup atau tidak. Ya setiap hal ada saja peluang (pungli) ditutup jika sistem baik termasuk pengawasan baik. Maka saya setuju 100 persen online dibuka ke publik siapa pendaftar siapa penerima dan buka ke publik," ucapnya.
 
Adanya OTT tersebut pun menjadi peringatan keras bagi seluruh yang terlibat dalam pelaksanaan PPDB. Pasalnya, hal itu dapat mencoreng pendidikan di Jabar yang selama ini telah berjalan dengan baik melalui segudang program yang dicetuskan Gubernur Ridwan Kamil.
 
"Kejadian ini juga bisa jadi shock terapi dari Saber Pungli untuk tak main-main soal PPDB karena dampak pidana dan coreng pendidikan sekolah. Bagaimana bisa membentuk karakter siswa yang baik kalau proses penerimaan siswanya tercederai," ungkapnya.
 
Baca: Minta Iuran Pramuka, Saber Pungli Jabar OTT Oknum SMKN 5 Bandung

Sementara itu Kepala Disdik Jabar, Dedi Supandi, mengaku saat ini masih berkoordinasi dan mendalami temuan dari tim Saber Pungli tersebut. Dedi tengah melakukan perjalanan usai dari Bogor ke Bandung.
 
Sebelumnya, tim Saber Pungli Jawa Barat melakukan OTT di SMKN 5 Kota Bandung dan menyita uang puluhan juta sebagai barang bukti. 
 
Humas Satgas Saber Pungli Jabar, Yudi Ahadiat, mengatakan pihak sekolah diduga telah meminta uang iuran pramuka kepada orang tua murid. Operasi tersebut dilakukan setelah salah seorang orang tua murid melakukan pengaduan kepasa pihak Tim Satgas Saber Pungli.
 
(NUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif