Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo di Solo, Jawa Tengah. (Istimewa)
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo di Solo, Jawa Tengah. (Istimewa)

30 Ribu Pelaku UMKM di Jateng Dilatih Jualan Digital

Nasional Kominfo pengangguran UMKM jawa tengah UMKM Indonesia Ganjar Pranowo
Lukman Diah Sari • 26 Januari 2022 15:49
Solo: Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melatih 30 ribu pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), untuk mengurangi pengangguran di Jateng.  Pelatihan bertajuk Digital Entrepreneurship digelar di Hotel Harris Solo, Jawa Tengah, dihadiri pelaku UMKM Solo Raya.
 
"Ini menarik, karena problem yang dihadapi pelaku UMKM itu adalah marketing. Maka, mereka butuh didampingi untuk bisa mengakses jualan digital yang mau tidak mau sekarang harus dilakukan," kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, di Solo, Rabu, 26 Januari 2022.
 
Ganjar menerangkan, para pelaku UMKM akan dilatih hingga bisa mengakses marketplace oleh Kominfo. Selain itu pelatihan packaging, teknik marketing hingga akses permodalan juga disiapkan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Masih Tertinggal, RI Perlu Genjot Pengembangan Bisnis UMKM
 
"Saya memang konsen betul kalau urusan UMKM, maka saya senang banyak yang support termasuk dari Kementrian Kominfo. Saya harap pelatihan ini menyasar sampai ke semua kabupaten atau kota di Jawa Tengah," jelasnya.
 
Sementara itu, Kepala Badan Litbang SDM Kominfo, Hary Budianto, mengatakan ada 200 ribu pelaku UMKM yang menjadi target pelatihan digital entrepreneurship tahun ini. Dari jumlah itu, sebanyak 30 ribu berasal dari Jawa Tengah. 
 
"Kami akan latih mereka sampai mengerti dan memahami akses digital untuk pemasaran, termasuk literasi keuangan digital untuk manajemen berusaha," kata Hary. 
 
Baca: Pemerintah Ajak UMKM Manfaatkan Pasar Digital
 
Pelatihan itu, lanjut Hary, tidak hanya untuk mereka yang sudah memiliki usaha. Namun bagi pemula yang tertarik ikut, juga akan didampingi dan dilatih. 
 
"Untuk lulusan SMK sederajat, anak kuliah, pekerja dan lainnya juga kami siap latih dalam program digital enterpreneurship academy ini," jelasnya.
 
Salah satu peserta, Yayuk, mengatakan selama ini dirinya hanya mengandalkan getok tular untuk menjajakan barang dagangannya. Ia menjual aneka nasi bungkus dan jajanan dari teman ke teman. 
 
"Selama ini belum jual online, ya karena belum bisa. Setelah ikut pelatihan ini, saya harap bisa jualan online dan tentu harapannya dagangan saya semakin laris," ucap Yayuk.
 
(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif