Kapolda Sumsel menggelar press conference terkait bantuan Rp2 triliun dari Akidi Tio di Mapolda Sumsel, Senin, 26 Juli 2021. Foto: Istimewa
Kapolda Sumsel menggelar press conference terkait bantuan Rp2 triliun dari Akidi Tio di Mapolda Sumsel, Senin, 26 Juli 2021. Foto: Istimewa

Kapolda Sumsel Beberkan Kronologis Bantuan Rp2 Triliun dari Akidi Tio

Nasional penipuan Virus Korona Bansos donasi mainan Bantuan Langsung Tunai pandemi covid-19
Gonti Hadi Wibowo • 05 Agustus 2021 14:34
Palembang: Kapolda Sumatra Selatan Irjen Pol Eko Indra Heri menjelaskan kronologis terkait bantuan Rp2 triliun dari keluarga Akidi Tio untuk penanganan covid-19 di Sumsel. Eko mengaku, saat itu dirinya dihubungi oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumsel Lesty Nurainy dan dokter keluarga Akidi Tio, Prof dr Hardi Darmawan.
 
"Saya, Kadinkes Sumsel, dan Prof dr Hardi itu sama-sama dalam satgas penanganan covid-19 Sumsel. Saat itu saya diberitahu bahwa keluarga Akidi Tio akan memberikan bantuan Rp2 triliun untuk penanganan covid-19 di Sumsel," kata Eko, Kamis, 5 Agustus 2021.
 
Kemudian, Eko langsung menanyakan bantuan tersebut akan diberikan kepada dirinya secara pribadi atau sebagai Kapolda. Lalu, mereka menjawab bantuan itu diberikan secara pribadi kepada Eko untuk membantu warga Sumsel yang terdampak covid-19.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jadi menurut saya bantuan itu amanah dan harus disampaikan langsung ke masyarakat. Sehingga saya mengundang Gubernur Sumsel, Pangdam II Sriwijaya, dan jajaran Forkopimda untuk menghadiri penyerahan simbolis bantuan pada 26 Juli lalu," ujarnya.
 
Eko menjelaskan, saat itu Prof dr Hardi memastikan bahwa bantuan Rp2 triliun akan diberikan dalam bentuk cek. Bantuan itu disebut bisa dicairkan pekan depan atau pada 2 Agustus 2021.
 
Baca: Kapolda Sumsel Minta Maaf Soal Kegaduhan Bantuan Rp2 Triliun dari Akidi Tio
 
"Saya juga sempat kembali menanyakan terkait dana itu ada atau tidak, tapi kata mereka sedang diurus dan baru bisa dicairkan 2 Agustus. Tapi sampai sekarang kita sudah tahu prosesnya memang dana itu belum ada," bebernya.
 
Jenderal bintang dua itu mengaku, tidak mengenal anak bungsu Akidi Tio, Heryanty. Dia menyebut hanya kenal Akidi Tio dan anak sulung Akidi bernama Johan saat menjabat sebagai Kapolres Aceh Timur.
 
"Dengan anak bungsunya Heryanty saya tidak kenal," ungkapnya.
 
Eko meminta maaf kepada masyarakat terkait kasus bantuan fiktif Rp2 triliun dari keluarga Akidi Tio untuk penanganan covid-19. Eko juga menyampaikan maaf kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Gubernur Sumsel Herman Deru, Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Agus Suhardi, dan jajaran Forkopimda Sumsel.
 
"Saya sebagai Kapolda Sumsel memohon maaf kepada masyarakat Indonesia terutama masyarakat Sumsel atas kegaduhan yang terjadi ini. Secara pribadi ini semua dikarenakan kelemahan saya sebagai manusia biasa," terangnya.
 
(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif