ilustrasi. Jl. Malioboro, Yogyakarta. ANTARA FOTO/Noveradika.
ilustrasi. Jl. Malioboro, Yogyakarta. ANTARA FOTO/Noveradika.

Dibeli Pemerintah DIY, Hotel di Malioboro Difungsikan untuk Shelter

Nasional pandemi covid-19 vaksin covid-19 protokol kesehatan PPKM Darurat
Ahmad Mustaqim • 03 Agustus 2021 08:11
Yogyakarta: Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akan memfungsikan bangunan Hotel Mutiara di kawasan Malioboro menjadi pusat isolasi pasien covid-19. Tempat itu diperkirakan bisa menampung hingga 200 orang.
 
"Rencananya (bangunan hotel) itu sebagai tempat isolasi terpusat dengan gejala ringan," kata Selretaris Daerah Pemerintah DIY, Kadarmanta Baskara Aji di Yogyakarta, Senin, 2 Agustus 2021.
 
Baca: Diperiksa 9 Jam, Pemberi Bantuan Palsu Rp2 Triliun Diizinkan Pulang

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia mengatakan alih fungsi penggunaan itu masih pada tahap perencanaan. Sebab, Pemerintah DIY membeli bangunan itu senilai Rp170 miliar akan dipakai untuk pusat UMKM.
 
"(Hotel mutiara) akan menjadi cadangan, kalau tempat isolasi yang lain sudah tidak memungkinkan (menerima pasien baru)," jelasnya.
 
Menurutnya kemauan pasien covid-19 bergejala ringan isolasi di shelter rendah. Ia menyebut, pemerintah harus mendorong warga terpapar covid-19 agar masu isolasi di shelter
 
"Sementara kami sudah menyiapkan isoter (isolasi terpusat) di berbagai tempat. Ada di BBWSO, UGM, UNY, itu juga sekarang masih keiisi beberapa," ungkapnya.
 
Dia menilai bangunan Hotel Mutiara apabila hendak dijadikan rumah sakit darurat akan cukup memadai. Lokasi bangunan hotel tersebut berada di pusat kota dan ekonomi. Namun pemakaian bangunan untuk rumah sakit darurat harus diasesmen oleh pemerintah usat.
 
"Kalau nanti penilaian oleh (pemerintah) pusat kok dipakai RS darurat juga memungkinkan, saya kira bisa dirembug lagi," bebernya.
 
Pemerintah DIY sudah sejak Oktober 2020 menguasai bangunan Hotel Mutiara. Pemerintah DIY mengeluarkan anggaran Rp170 miliar dari Dana Keistimewaan. Pembelian bangunan tuju lantai di sisi selatan dan empat lantai di sisi utara direncanakan menjadi pusat UMKM.
 
Kadarmanta menyebut rencana itu akan diundur. Pihaknya masih menyiapkan mekanisme pengelolaannya.
 
"Tapi (situasi) ini kan lebih darurat. Sosialisasi ke pedagang sekitar, termasuk masyarakat akan kita lakukan," kata manta Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga DIY ini.
 
 
(DEN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif