Kepala Kejaksaan Negeri Garut Neva Dewi Susanti menunjukkan seorang terpidana kasus korupsi yang menjadi buronan sejak 12 tahun lalu berhasil ditangkap di Kabupaten Subang, Jawa Barat. ANTARA/HO-Kejari Garut
Kepala Kejaksaan Negeri Garut Neva Dewi Susanti menunjukkan seorang terpidana kasus korupsi yang menjadi buronan sejak 12 tahun lalu berhasil ditangkap di Kabupaten Subang, Jawa Barat. ANTARA/HO-Kejari Garut

Terdeteksi saat Ajukan Gugatan Cerai, Buronan Korupsi Ditangkap

Nasional kasus korupsi Kejaksaan
Antara • 17 September 2021 16:51
Garut: Kejaksaan Negeri (Kejari) Garut mendeteksi seorang buron 12 tahun kasus tindak pidana korupsi di Kabupaten Garut, Jawa Barat, karena mengajukan gugat cerai terhadap istrinya. Walhasil buronan korupsi itu diketahui keberadaanya berada di Kabupaten Subang, Jawa Barat.
 
"Kami sudah mendapatkan info data yang bersangkutan kebetulan mengajukan gugatan cerai, jadi terdeteksi, tadinya kami tidak tahu posisinya," kata Kepala Kejari Garut Neva Dewi Susanti, di Garut, Jumat, 1 7 September 2021.
 
Ia menuturkan, Kejari Garut bersama Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jabar mendeteksi keberadaan Tohidi, seorang pemborong yang terjerat kasus tindak pidana korupsi pembangunan Tempat Pelelangan Ikan di Cilauteureun, Kabupaten Garut tahun anggaran 2005 dengan kerugian negara Rp599 juta dari total proyek Rp1,1 miliar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Terpidana Tohidi, kata Neva, telah divonis oleh majelis hakim tahun 2009 dengan kurungan dua tahun penjara. Namun setelah vonis itu, Tohidi menghilang tidak diketahui keberadaannya.
 
"Kami mendapat informasi yang bersangkutan mengganti identitas," imbuhnya.
 
Dia menyampaikan, tim Tangkap Buron (Tabur) Kejari Garut sempat mencari ke berbagai daerah, seperti Sukabumi dan Jakarta. Namun tidak juga diketahui keberadaannya.
 
Baca: KPK Selisik Proses Pembahasan Anggaran Gereja King Mile
 
Tim Tabur Kejari Garut akhirnya berhasil mengetahui keberadaannya, setelah dia melakukan gugatan cerai terhadap istrinya di Kantor Pengadilan Agama Subang. Kemudian petugas menyelidikinya, hingga akhirnya melakukan penangkapan di Kabupaten Subang pada Kamis, 16 September 2021.
 
"Di Sukabumi atau di Jakarta ada beberapa wilayah, ternyata di Subang ada pengajuan gugatan cerai terhadap yang bersangkutan, ada alamatnya, rumahnya jelas," terangnya.
 
Selanjutnya Kejari Garut berkoordinasi dengan Kejari Subang dalam proses penangkapan tersebut. Selanjutnya, yang bersangkutan langsung dibawa ke Garut untuk menjalani hukuman.
 
Terpidana itu melakukan tindak pidana korupsi pembangunan Tempat Pelelangan Ikan di Cilauteureun, Garut, APBD Provinsi Jabar tahun 2005 sebesar Rp1,1 miliar. Proyek tersebut dalam pelaksanaannya tidak sesuai ketentuan, akibatnya ditemukan ada kerugian negara sebesar Rp599 juta.
 
Hakim memvonisnya dua tahun penjara, kemudian denda Rp200 juta subsider enam bulan, uang pengganti Rp449 juta jika tidak bisa menggantinya, maka subsider satu tahun penjara.
 
(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif