Ilustrasi kekeringan. Medcom.id/Antonio
Ilustrasi kekeringan. Medcom.id/Antonio

Kemarau Panjang Picu Beragam Penyakit

Nasional kemarau dan kekeringan
Antara • 22 Agustus 2019 11:53
Makasar: Lembaga filantropi Aksi Cepat Tanggap (ACT) banyak menemukan warga Indonesia yang mengalami gangguan kesehatan akibat kekeringan. Masyarakat di wilayah Jawa dan Nusa Tenggara Timur yang paling terdampak kekeringan terancam menderita penyakit.
 
"Kami sudah berkeliling daerah di Indonesia dan banyak tempat yang warganya mengalami gangguan kesehatan karena dampak dari kemarau ini," ujar Kepala Tim Medis ACT dr. Rizal Alimin, Kamis, 22 Agustus 2019.
 
Kemarau panjang dapat memicu sejumlah penyakit, di antaranya Hepatitis A, tifus, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), hingga kekerdilan anak.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Berbagai dampak juga timbul akibat kemarau yang berujung krisis air. Rizal mengatakan kebutuhan air setiap individu sangat penting. Hepatitis A dan tifus, penyakit yang timbul akibat berkurangnya konsumsi volume air.
 
Kemarau juga menimbulkan gangguan pernapasan. "Ketika kemarau, orang lebih mudah terpapar ISPA karena debu banyak berterbangan," ucapnya.
 
Dalam sektor ekonomi, warga harus mengeluarkan uang lebih untuk membeli air. Dalam pemantauan hari tanpa hujan (HTH) per 10 Agustus 2019, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah memetakan wilayah yang tidak hujan dan tandus.
 
Pulau Jawa tidak turun hujan selama 60 hari terakhir. Nusa Tenggara Timur (NTT) ditandai sebagai zona merah karena mengalami kekeringan ekstrem. "Apalagi jika kemarau terjadi secara ekstrem dalam waktu yang cukup panjang," katanya. (Siti Mazhidawati)
 

(SUR)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif