Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy, di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jawa Timur, Sabtu, 11 Januari 2020. Medcom.id/Daviq Umar Al Faruq
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy, di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jawa Timur, Sabtu, 11 Januari 2020. Medcom.id/Daviq Umar Al Faruq

Menko PMK Ingin Pertanian di Desa Gunakan Teknologi Canggih

Nasional pertanian
Daviq Umar Al Faruq • 12 Januari 2020 10:50
Malang: Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy, ingin sektor pertanian di Indonesia bisa menggunakan teknologi canggih. Sehingga tingkat ekonomi di pedesaan juga semakin meningkat.
 
"Saya memang menugasi Deputi VII untuk mencari teknologi terutama yang dibutuhkan untuk pembangunan pedesaan. Salah satu aspek yang sangat menonjol dari desa kan pertanian," kata Muhadjir di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jawa Timur, Sabtu, 11 Januari 2020.
 
Muhadjir sendiri tengah melirik pesawat tanpa awak atau drone yang dikembangkan menjadi sebuah teknologi di sektor pertanian oleh Fakultas Pertanian UMM. Ada tiga jenis pesawat tanpa awak yang telah dikembangkan oleh UMM.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pertama farm mapper drone yang berfungsi untuk pemetaan lahan pertanian. Kedua spraying drone Indonesia (SRI), yang berungsi untuk menyiram tanaman, penyemprotan pestisida, dan pupuk cair. Ketiga Motodoro Mx, yang berfungsi sama seperti farm mapper drone, hanya saja dengan platform yang berbeda.
 
"Jadi ini pengembangan drone untuk digunakan di sektor pertanian. Ini tinggal mendesiminasi saja saya rasa. Tinggal bagaimana digunakan betul-betul secara luas dan diadopsi oleh para petani terutama di sektor pedesaan," jelas Muhadjir.
 
Muhadjir menjelaskan dengan menggunakan drone tersebut para petani bisa mengawasi lahan pertaniannya dengan lebih cepat. Salah satu contohnya, kemampuan jangkauan SRI hingga 10 hektare dalam waktu 1 jam.
 
"Kecepatannya beribu-ribu kali lipat dari manual. Kemudian juga bisa mendeteksi mana dari tanaman yang berpenyakit atau tidak. Sehingga nanti ketika mengatasi penyakit itu tidak asal semprot, tapi betul-betul diarahkan kepada bagian yang harus ditangani itu," ungkap Muhadjir.
 
Drone buatan UMM ini diakui Muhadjir telah menggunakan artificial intelegence dan sudah terhitung bagus, sehingga sudah layak didesiminasikan ke masyarakat. Namun masih perlu ada beberapa pembenahan.
 
"Akan saya pelajari dan akan saya laporkan ke Pak Presiden langsung. Alat ini sedang saya minta dibikin yang bagus lah, termasuk videonya dan penyajiannya. Nanti akan saya juga sampaikan ke Presiden," pungkas Muhadjir.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif