Rekonstruksi pembunuhan hakim Pengadilan Negeri Medan Jamaluddin, Kamis, di Perumahan Royal Monaco Blok B No. 22 Kelurahan Gedung Johor, Kecamatan Medan Johor. (Foto: ANTARA/Nur Aprilliana Br Sitorus)
Rekonstruksi pembunuhan hakim Pengadilan Negeri Medan Jamaluddin, Kamis, di Perumahan Royal Monaco Blok B No. 22 Kelurahan Gedung Johor, Kecamatan Medan Johor. (Foto: ANTARA/Nur Aprilliana Br Sitorus)

Hakim Jamaluddin Diskenariokan Meninggal karena Serangan Jantung

Nasional pembunuhan
Antara • 16 Januari 2020 13:54
Medan: Kapolda Sumatra Utara Irjen Martuani Sormin Siregar mengatakan hakim Pengadilan Negeri Medan Jamaluddin yang dibunuh oleh istri sendiri, awalnya diskenariokan meninggal karena serangan jantung.
 
"Di sini ada terjadi perdebatan, karena tidak sesuai dengan rencana awal. Karena diskenariokan oleh para pelaku, korban meninggal karena serangan jantung, itu pukul 00.00 WIB pada 29 November (2019)," katanya, melansir Antara, Kamis, 16 Januari 2020.
 
Setelah proses eksekusi Jamaluddin yang dilakukan dengan cara dibekap bedcover dan sarung bantal, para tersangka yakni ZH, JP dan RF terkejut melihat ada lebam merah pada wajah korban.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ini mereka tidak duga karena mungkin saking kuatnya bekap dan meninggalkan jejak," ujarnya.
 
Melihat hal tersebut, tersangka ZH atau istri korban meminta agar jenazah korban dibuang.
 
"Ini tidak diinginkan oleh istri korban, karena kata istrinya pasti polisi langsung menuduh saya sebagai pelaku dan bukan karena serangan jantung. Kemudian mereka berdebat dan disepakati untuk membuang jenazah," ujarnya.
 
Pembunuhan terhadap Hakim Jamaluddin terjadi pada Jumat, 29 November 2019. Polisi pun menetapkan tiga tersangka dalam kasus itu yakni ZH, JF, dan RF, dengan motif masalah keluarga.
 
Para tersangka melanggar Pasal 340 sub Pasal 338 jo Pasal 55 ayat 1 ke 1e, 2e KUHP. Pasal 340 KUHP berbunyi Barangsiapa dengan sengaja dan dengan direncanakan lebih dahulu menghilangkan nyawa orang lain, dihukum karena pembunuhan direncanakan (moord), dengan hukuman mati atau penjara seumur hidup atau penjara sementara selama-lamanya dua puluh tahun.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif