arga menggali lubang di dasar sungai yang mengering untuk mengumpulkan air bersih di Dusun Tondowesi, Desa Pojok Klitih Kecamatan Plandaan, Jombang, Jawa Timur, Rabu (16/10/2019). ANTARA FOTO/Syaiful Arif
arga menggali lubang di dasar sungai yang mengering untuk mengumpulkan air bersih di Dusun Tondowesi, Desa Pojok Klitih Kecamatan Plandaan, Jombang, Jawa Timur, Rabu (16/10/2019). ANTARA FOTO/Syaiful Arif

Puluhan Ribu Sawah di Jatim Terdampak Kekeringan

Nasional kemarau dan kekeringan
Amaluddin • 21 Oktober 2019 19:16
Surabaya: Musim kemarau sepanjang September 2019 berdampak kekeringan pada lahan sawah seluas 41.928 hektare di Jawa Timur. Dari angka tersebut, tercatat lahan seluas 10.314 hektare mengalami puso (gagal panen).
 
"Luas sawah terdampak kekeringan dan tanaman padi puso itu, jumlah secara keseluruhan dan tidak signifikan," kata Kepala Dinas Pertanian Jatim, Hadi Sulistyo, dikonfirmasi, Senin, 21 Oktober 2019.
 
Hadi mengklaim kekeringan lahan padi di Jatim sangat kecil di banding tahun lalu. Namun Hadi belum bisa merinci data detail perbandingan lahan kekeringan tahun ini dan tahun lalu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Hadi luas sawah terdampak kekeringan di Jatim hanya 1,89 persen, dari total tanaman padi di Jatim mencapai lebih 2,2 juta hektare. Sedangkan lahan puso hanya 0,47 persen untuk penurunan produksi padi di Jatim. "Kesimpulannya, dampak kekeringan sangat kecil dibandingkan luas lahan sawah yang ada di Jatim," ujarnya.
 
Dinas Pertanian mencatat, sampai saat ini ada tiga kabupaten di Jatim yang terkategori rawan kekeringan, yakni memiliki luasan lahan sawah cukup banyak terdampak kekeringan dan puso. Di antaranya Kabupaten Bojonegoro, Lamongan, dan Tuban.
 
Kekeringan yang paling luas di Kabupaten Bojonegoro, luasnya mencapai lebih dari 17 ribu hektare. Kemudian disusul Kabupaten Lamongan total lahan mencapai hampir 8.500 hektare, dan 3.879 hektare sawah kering di Kabupaten Tuban.
 
Selain lahan padi, Data Distan juga mencatat kekeringan juga dialami lahan jagung dan kedelai di Jatim. Luas kekeringan lahan jagung mencapai 678 hektare, sementara yang puso seluas 411 hektare. "Sedangkan untuk lahan yang ditanami kedelai, lahan yang kekeringan mencapai 236 hektare, yang puso tercatat seluas 50 hektare," pungkas Hadi.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif