Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Foto: MI/Haryanto Mega
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Foto: MI/Haryanto Mega

Jateng Keluhkan Jatah Kuota CPNS

Nasional pendaftaran cpns
Mustholih • 30 Oktober 2019 16:01
Semarang: Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengeluhkan soal jatah kuota calon pegawai negeri sipil (CPNS). Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mengatakan pihaknya membutuhkan banyak PNS, khususnya formasi guru, tenaga kesehatan, dan penyuluh.
 
"Kita kekurangan guru banyak sekali cuma tampaknya kuota yang disediakan masih kurang jauh. Tenaga kesehatan mulai dari bidan termasuk dokter dan penyuluh. Itu kira-kira yang jadi prioritas ya," kata Ganjar, Semarang, Jawa Tengah, Rabu, 30 Oktober 2019.
 
Ganjar mengaku Provinsi Jateng masih membutuhkan puluhan ribu pegawai khususnya pengajar. Dia mengaku setiap malam menandatangani surat pensiun.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Itu belum terisi, apa lagi yang SD," tegasnya.
 
Dia berharap bisa duduk bersama Menteri Pemberdayaan Aratur Negara dan Reformasi Birokrasi, Tjahjo Kumolo, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, dan Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, untuk membahas kekurangan pegawai di Jateng. Dia yakin para menteri bisa memberi solusi terkait kekurangan pegawai di Jateng.
 
"Apakah daerah bisa diperkenankan secara selektif untuk memberikan tanda tangan sebagai pejabat berwenang (mengangkat pegawai) minimal P3K," jelas Ganjar.
 
Ganjar mengungkap selama ini daerah dilarang mengangkat pegawai non-PNS. Dia menilai kebijakan tersebut merugikan para pegawai honorer karena tidak mendapay upah layak.
 
"Status kategori 2 honorer, masih kerepotan. Mereka (honorer) dengan status siapa yang harus tandangani, (karena) pejabat berwenang tidak boleh tandatangani. Akhirnya diangkat melalui komite. Akhirnya tidak mendapatkan upah yang minimal. Mereka kasihan," bebernya.
 
Dia menegaskan bakal mengawal kelancaran seleksi CPNS. Ganjar bertekad menjaga Jateng sebagai provinsi paling berintegritas versi Komisi Pemberantasan Korupsi.
 
"Saya akan kawal sendiri. Saya akan jaga tradisi selama enam tahun sebagai provinsi paling berintegritas. Kalau masyarakat ada tawaran lapor ke kita," tegasnya.
 

(LDS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif