Sekretaris Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Bandung (Disdukcapil), Uum Sumiati. Foto: Medcom.id/Roni K
Sekretaris Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Bandung (Disdukcapil), Uum Sumiati. Foto: Medcom.id/Roni K

Antisipasi Radikalisme, Bandung Gencar Operasi Simpatik

Nasional radikalisme
Roni Kurniawan • 01 November 2019 18:36
Bandung: Pemerintah Kota Bandung kembali melakukan operasi simpatik terhadap warga pendatang. Operasi simpatik untuk mengantisipasi gerakan kelompok radikalisme di Kota Bandung.
 
"Mayoritas dari mereka itu yang memiliki identitas itu hanya 10 persen, selebihnya itu tidak memiliki identitas, bahkan sebagian besar diantaranya belum berusia 17 tahun sehingga belum memegang KTP-el," ungkap
Sekretaris Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Bandung (Disdukcapil), Uum Sumiati, di Balai Kota Bandung, Jalan Wasutkancana, Jumat, 1 November 2019.
 
Pihaknya juga melakukan pendataan warga pendatang ke Kota Bandung. Operasi tersebut sebagai upaya mempersempit gerakan kelompok radikalisme.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jangan sampai warga pendatang tidak terdata terutama peran lembaga masyarakat, RT, RW. Tapi kami lebih kepada identitas kepada kependudukannya," sambung Uum.
 
Dia melanjutkan terdapat 70 ribu warga pendatang di Kota Bandung. Namun baru sekitar 8 ribu yang melapor dan memiliki surat keterangan tinggal sementara (SKTS).
 
"Sisanya akan kita sisir terus, dan kita juga lakukan Mapeling (mobil pelayanan keliling) serta melalui aplikasi e-punten untuk mendata warga pendatang," tandasnya.

 

(LDS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif