Ilustrasi. Medcom.id/Mohammad Rizal.
Ilustrasi. Medcom.id/Mohammad Rizal.

Dinsos Surabaya Klaim Sudah Bantu Remaja Kembar yang Lumpuh

Nasional penyakit langka
Syaikhul Hadi • 12 Juli 2019 16:11
Surabaya: Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Sosial Kota Surabaya mengklaim sudah melakukan penanganan dan memberikan sejumlah bantuan terhadap Nur Laila dan Nur Laili, dua remaja berusia 15 tahun yang diketahui yatim piatu dan lumpuh sejak belasan tahun lalu.
 
"Itu kan sudah lama, entah saya lupa sejak tahun berapa," kata Kepala Dinas Sosial Surabaya, Supomo saat dikonfirmasi, Jumat, 12 Juli 2019.
 
Baca: Remaja Kembar Yatim Piatu di Surabaya Lumpuh 15 Tahun

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Supomo menjelaskan bantuan berupa makanan sudah diberikan dinas sosial setiap harinya dan diantarkan ke rumah langsung. Di samping itu, pemerintah melalui puskesmas setempat sudah melakukan pengecekan kesehatan terhadap kedua remaja tersebut.
 
"Bahkan dari puskesmas dapat susu, di check (kesehatan) juga sama puskesmas," jelas Supomo.
 
Meski terbilang lama, Dinas Sosial mengaku tidak mengetahui betul tentang kondisi kesehatan atau penyakit dua remaja yang lumpuh puluhan tahun.
 
"Untuk kesehatannya ya tanya dinas kesehatan mas, kami tidak punya alat untuk melakukan pengamatan. Dan aku tidak dapat informasi soal (kesehatan) itu," ungkap Supomo.
 
Sementara, Bibi dari kedua remaja tersebut, Sulikhah membenarkan jika pernah mendapat bantuan dari puskesmas berupa susu dan makanan. Namun pihaknya masih bertanya-tanya tentang penyakit yang diderita kedua ponakannya hingga lumpuh total dan tidak bisa berbicara.
 
"Kalau bantuan dari puskesmas ada, kadang dikasih susu, makanan. Kadang juga dichek kesehatan. Tapi sampai sekarang saya tidak tahu penyakitnya apa," ungkap Sulikhah.
 
Bertahun-tahun Sulikhah mengandalkan penghasilan dari berjualan kerupuk demi menghidupi dua keponakannya tersebut. Dua remaja yang kini yatim piatu hanya bisa terbaring lemas menunggu pengobatan dari pemerintah.
 
"Kalau bisa diobati sama pemerintah, ya Alhamdulillah. Karena anak ini sudah lama enggak pernah dibawa ke RS, Uang saya sekarang sudah habis untuk mengobati dan memeriksakan ini (seraya menunjuk si kembar), dan sekarang pun saya sudah berhenti berjualan krupuk," pungkas Sulikhah.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif