Anak Terduga Teroris Korban Ideologi Orang Tua

Farhan Dwitama 18 Mei 2018 11:26 WIB
terorisme
Anak Terduga Teroris Korban Ideologi Orang Tua
Ilustrasi. Medcom.id/Rakhmat Riyandi
Tangerang: Pemerintah berkomitmen melindungi anak terduga teroris yang terlibat dalam sejumlah penyerangan dan penangkapan. Anak-anak bukanlah pelaku teror, mereka korban ideologi radikal sang orang tua.

"Anak-anak ini tidak tahu apa-apa ya. Jangan digeneralisasi. Bukan anak-anak ini pelakunya," kata Menteri Sosial Idrus Marham, di ICE BSD Tangerang, Kamis, 17 Mei 2018.

Kementerian Sosial memiliki prosedur tetap (protap) terkait penanganan anak-anak dari terduga teroris. Mereka sudah menjalankannya ke sejumlah anak di Jawa Timur.


Idrus menyebut ada anak yang masih tidak menerima kondisi yang dihadapinya. Hal ini menunjukkan psikologi terdampak dari perbuatan orang tuanya.

Dalam hal ini, Kemensos telah melakukan pendampingan. Dia juga menyebut Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Seto Mulyadi sudah terbang ke Surabaya.

"Kak Seto bertugas menghibur, memulihkan trauma psikologis, dan membangkitkan semangat  mereka," katanya.

Bantuan untuk korban

Korban dari sejumlah teror beberapa waktu belakangan akan diberi bantuan. Bantuan berbentuk uang tunai, pendampingan psikologi, hingga pendidikan anak-anak. Baik dari keluarga korban maupun pelaku.

Santunan untuk ahli waris korban ledakan bom bernilai Rp15 juta. "Bantuan akan langsung diterima keluarga atau ahli waris," katanya.

Baca: Korban Tewas Ledakan Di Surabaya Jadi 13 Orang

 



(SUR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id