ilustrasi bibit anggur. Medcom.id/ Rhobi Shani
ilustrasi bibit anggur. Medcom.id/ Rhobi Shani

Meneladani Pangeran Diponegoro dengan Lomba Berkebun Anggur

Nasional hut ri
Rhobi Shani • 15 Agustus 2020 17:25
Jepara: Masyarakat Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, tetap menyelenggarakan kegiatan lomba perayaan kemerdekaan Republik Indonesia di tengah masa pandemi covid-19. Lomba dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan seperti yang dilakukan warga Desa Pecangaan Wetan, Kecamatan Pecangaan.
 
Panitia lomba perayaan kemerdekaan Desa Pecangaan Wetan, Reza Ahmad, mengatakan lomba yang digelar dalam rangka hari ulang tahun (HUT) ke-75 kemerdekaan Republik Indoensia (RI) adalah dengan menanam pohon anggur.
 
Bibit tanaman buah anggur diantar ke rumah-rumah warga. Kemudian ditanam di pekarangan rumah masing-masing. Sehingga tidak terjadi kerumunan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Bibit tanaman dan media tanam diantar satu persatu ke rumah warga, dengan begitu tidak ada kerumunan warga. Setiap minggu nanti panitia akan mendatangi untuk memeriksa pertumbuhannya, karena pertumbuhan tanaman buah ini termasuk cepat," kata Reza, Sabtu, 15 Agustus 2020.
 
Baca: 22 ASN Pemkot Batu Positif Covid-19
 
Reza mengatakan sengaja tanaman buah anggur yang dipilih untuk mengenal lebih dekat sosok Pangeran Diponegoro. Dari informasi yang dia himpun, Pangeran Diponegoro juga memiliki kebiasaan berkebun dan salah satu buah yang digemari adalah anggur.
 
"Pada umunya yang diketahui warga dari sosok Pangeran Diponegoro adalah pakaiannya, yaitu memakai ikat kain di kepala dengan naik kuda. Dan ternyata, Pangeran Diponegoro itu juga memiliki kebiasaan berkebun," jelas Reza.
 
Salah satu warga, Nihla Majida, mengatakan perayaan HUT RI tahun-tahun sebelumnya dilaksanakan secara meriah. Berbagai macam jenis lomba mulai untuk anak-anak sampai orang dewasa diselenggarakan. Namun di masa pandemi ini lomba-lomba yang biasa dilaksanakan ditiadakan.
 
"Biasanya ada banyak lomba-lomba, tapi ini lombanya diganti dengan menanam anggur, jadi tidak ada kerumun kan ditanam di rumahnya sendiri-sendiri," ungkap Nihla.
 
Pada masa pandemi ini pemerintah Kabupaten Jepara telah mengeluarkan larangan menyelenggarakan lomba perayaan kemedekaan. Itu untuk memutus penyebaran dan penularan virus korona covid-19. Sebab klaster penularan virus itu di Jepara tidak jelas.
 
(DEN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif