Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Kabupaten Malang Tertinggi Kasus DBD di Jatim

Nasional demam berdarah
Amaluddin • 24 Juni 2020 17:18
Surabaya: Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Jawa Timur mencapai 5.733 periode Januari hingga 22 Juni 2020. Salah satu daerah zona merah covid-19. Kabupaten Malang, memegang jumlah kasus DBD tertinggi di Jatim, dengan 1.021 kasus.
 
Kemudian disusul Kabupaten Jember 662 kasus DBD, 447 di Pacitan, 289 Trenggalek, 206 Kediri, 203 Ngawi, 192 Bondowoso, 185 Tulungagung, 176 Blitar, 174 Banyuwangi, dan 168 Magetan. Sebaliknya, beberapa daerah zona merah covid-19 justru kasus DBD sedikit, yakni Kota Surabaya sebanyak 43 kasus, Kabupaten Gresik 63 kasus, Sidoarjo 100 kasus, dan Kota Malang 118 kasus.
 
"Ada beberapa faktor yang memengaruhi penyebarluasan DBD. Di antaranya perilaku masyarakat, ketersediaan air bersih, kepadatan penduduk, mobilitas penduduk, dan perubahan iklim global," terang Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim, Herlin Ferliana, di Surabaya, Jatim, Rabu, 24 Juni 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pihaknya terus berupaya menghentikan penyebaran penyakit DBD. Salah satunya pemberantasan sarang nyamuk yang melibatkan tokoh masyarakat, dan warga.
 
"Tujuannya agar masyarakat terus melakukan pemberantasan sarang nyamuk secara rutin, serentak, bermutu, dan berkesinambungan," terangnya.
 
Selain itu, memberikan informasi kepada masyarakat untuk segera merujuk anggota keluarga dengan gejala DBD ke fasilitas kesehatan. Di antaranya gejala demam, yang setelah dua hari tidak turun panasnya, bahkan setelah minum obat penurun panas.
 
"Kami juga melakukan pemantauan dan penatalaksanaan kasus DBD di fasilitas kesehatan yang merawat penderita DBD. Kabupaten/ kota agar menyiapkan sarana dan logistik pengendalian DBD di wilayahnya," imbuhnya.
 
Baca:DBD Kuasai Wilayah Zona Merah Covid-19 di Jepara
 
Herlin menjelaskan, DBD merupakan penyakit menular yang disebabkan virus dengue, ditularkan melalui nyamuk aedes aegypti dan aedes albopictus. Nyamuk ini mendapatkan virus dengue sewaktu menggigit, atau menghisap darah orang yang terinfeksi DBD, atau yang di dalam darahnya terdapat virus dengue.
 
Virus dengue yang terhisap, kata Herlin, akan berkembang biak dan menyebar ke seluruh tubuh nyamuk, termasuk kelenjar liurnya. Kemudian nyamuk menggigit atau menghisap darah orang lain, maka virus akan dipindahkan bersama air liur nyamuk.
 
"Virus dengue akan menyerang sel pembeku darah kecil (kapiler), akibatnya terjadi pendarahan dan kekurangan cairan bahkan bisa mengakibatkan syok," ujar Herlin.
 
Masyarakat diimbau untuk bersama-sama melakukan penguatan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk, dengan metode 3M Plus secara rutin. Yakni menguras bak mandi, menutup rapat tempat penampungan air, menyingkirkan atau mendaur ulang barang bekas, plus memberantas larva dan menghindari gigitan nyamuk.
 
Herlin mengklaim meski kasus DBD di Jatim tinggi, tapi secara komulatif turun ketimbang tahun lalu. Pada periode Januari hingga Juni 2019, jumlah kasus DBD di Jatim mencapai 16.279 orang dengan angka kematian sebanyak 167 orang.
 
"Sementara sepanjang Januari hingga Juni 2020 mencapai 5.733 kasus, dengan angka kematian 52 orang. Jadi menurun drastis," kata Herlin.
 
(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif