NEWSTICKER
Pembangunan RS Karantina Covid-19 di Pulau Galang, Rabu, 25 Maret 2020. Medcom.id/Anwar Sadat G
Pembangunan RS Karantina Covid-19 di Pulau Galang, Rabu, 25 Maret 2020. Medcom.id/Anwar Sadat G

RS Karantina Korona Pulau Galang Dipastikan Beroperasi 28 Maret

Nasional Virus Korona
Anwar Sadat Guna • 25 Maret 2020 15:58
Batam: Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Kapolri Jenderal Idham Azis meninjau kembali Rumah Sakit (RS) Khusus Observasi Covid-19 di Pulau Galang, Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Rabu, 25 Maret 2020.
 
Panglima mengatakan pembangunan RS khusus Observasi Covid-19 mengalami kemajuan yang luar biasa. Nantinya, kata Hadi, rumah sakit akan menangani pasien yang diobservasi dan dinyatakan positif terjangkit virus korona. Rumah sakit dipastikan beroperasi pada Minggu, 28 Maret 2020.
 
"Rumah Sakit khusus Observasi Covid-19 ini sudah hampir mencapai 100 persen, terlihat saat ini sudah memasuki tahap finishing," ujar Hadi Tjahjanto kepada wartawan di sela kunjungannya ke RS Khusus Observasi Covid-19 di Pulau Galang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca:Jokowi Mau APD dan AlatRapid TestRata Tersebar
 
Hadi menerangkan pada Minggu, 28 Maret 2020, Rumah Sakit khusus Observasi Covid-19 ini sudah dapat digunakan. Panglima berterima kasih dan mengapresiasi masyarakat Pulau Galang terkait pembangunan RS Khusus Observasi Covid-19.
 
"Sehingga perkembangan pembangunan rumah sakit khusus untuk menangani pasien terpapar covid 19 sudah terlaksana dengan cepat," ungkapnya.
 
Kedatangan Panglima TNI dan Kapolri di Batam, disambut oleh Pangdam I/BB Mayjen TNI M. S. Fadhilah, Kapolda Kepri Irjen Pol Andap Budhi Revianto, dan Forkopimda Kepri.
 
Di lokasi RS Khusus Covid-19 tersebut, Panglima dan TNI berkeliling melihat progres pembangunan rumah sakit tersebut. Hadi dan Idham Aziz juga melihat dari dekat kamar observasi dan ruang isolasi yang hampir rampung.
 
Di rumah sakit ini juga, terdapat gedung dan bangunan untuk tenaga kesehatan dan karyawan yang akan bertugas. Rumah sakit ini nantinya akan memiliki sekitar 1.000 ruang perawatan.
 
Satu kamar observasi terdiri dari lima tempat tidur dengan fasilitasnya. Begitu juga dengan ruang isolasi terdiri dari satu tempat tidur dengan fasilitasnya.
 
Seluruh tenaga kesehatan, seperti dokter dan tim medis berasal dari TNI dan Polri. Rumah sakit ini dibangun oleh Kemennterian PUPR.
 

(LDS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif