Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Cianjur, Jawa Barat. (Foto: ANTARA/Ahmad Fikri)
Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Cianjur, Jawa Barat. (Foto: ANTARA/Ahmad Fikri)

149 Warga Binaan Lapas Cianjur Terima Program Asimilasi

Nasional narapidana lembaga pemasyarakatan
Antara • 06 Oktober 2020 15:33
Cianjur: Sebanyak 149 warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas II B Cianjur, Jawa Barat, mendapatkan program asimilasi selama pandemi covid-19 dari Kementerian Hukum dan HAM. Warga binaan ini langsung dapat menghirup udara bebas lebih awal.
 
"Asimilasi dilakukan berdasarkan Peraturan Menteri Hukum dan Ham RI Nomor 10 Tahun 2020. Pemberian Asimilasi Rumah oleh Kemenkumham melalui Direktorat Jenderal Pemasyarakatan" ungkap Kepala Lapas kelas II B Cianjur, Heri Aris S, Selasa, 6 Oktober 2020.
 
Ia menjelaskan, sebelumnya jumlah tahanan yang ada di lapas tersebut berjumlah 841 orang, setelah dilakukan Asimilasi terhadap 149 orang, saat ini jumlah tahanan yang ada di Lapas Kelas II B Cianjur berjumlah 692 orang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Meski angka tersebut masih terlihat besar, namun bisa mengurangi tingkat kelebihan kapasitas di dalam lapas. Bahkan kami dapat lebih mudah dalam melakukan pembinaan dengan jumlah warga binaan yang terus berkurang," kata dia.
 
Baca juga:Warga Sipil di Nduga Jadi Korban Penembakan KKB
 
Menurut Heri, Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) mendapat program bebas bersyarat dari Dirjen Pemasyarakatan melalui asimilasi di rumah untuk WBP karena kondisi pandemi covid-19 masih berlangsung.
 
WBP yang mendapat asimlasi merupakan narapidana pilihan yang sudah menjalani pembinaan dan pembekalan layaknya berada di dalam pondok pesantren Attaubah selama berada di balik jeruji besi. Tujuan pembinaan, agar tidak kembali melakukan kesalahan yang sama dan kembali menjadi warga binaan.
 
"Asimilasi yang diberikan terhadap 149 orang warga binaan berdasarkan sejumlah penilaian selama menjalani hukuman dan pembinaan yang diberikan," jelasnya.
 
Pihaknya berharap WBP yang menjalani asimilasi di rumah memanfaatkan waktu dengan sebaik mungkin dan tidak digunakan untuk mengulang kembali kesalahan."Harapan kami mereka dapat kembali berbaur dengan masyarakat dan menjalani kehidupan secara normal," ungkapnya.
 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif