Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat Sudjonggo. (ANTARA/M Fikri Setiawan)
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat Sudjonggo. (ANTARA/M Fikri Setiawan)

34 Narapidana Teroris di Lapas Gunung Sindur Berikrar Setia ke NKRI

Nasional terorisme Teroris
Antara • 15 April 2021 13:20
Gunung Sindur: Sebanyak 34 narapidana tindak pidana terorisme mengucapkan ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), di Lapas Narkotika Kelas IIA Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat. Total terdapat 56 narapidana terorisme di lapas tersebut.
 
"Hari ini kita telah sama-sama melihat di Lapas Narkotika Gunung Sindur, dari 56 jumlah warga binaan terorisme, 34 menyatakan ikrar setia pada NKRI," ujar Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Jawa Barat Sudjonggo, usai pembacaan ikrar, Kamis, 15 April 2021.
 
Menurutnya, ikrar yang diucapkan di hadapan Al Quran itu menjadi pintu masuk para narapidana terorisme untuk kembali diterima masyarakat. Meski, kata dia, sumpah setia itu tidak mengurangi masa hukuman di lapas.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"34 napi ini rata-rata masih usia produktif, masih usia muda. Jangan sampai perbuatannya terulang karena perutnya lapar. Hanya karena tidak bisa diterima masyarakat," imbuhnya.
 
Baca: Buron Kasus Terorisme Ditangkap di Pasar Minggu
 
Sudjonggo menyebutkan, 22 narapidana terorisme lainnya di lapas tersebut belum mengucapkan ikrar setia pada NKRI. Karena masih dalam tahap proses deradikalisasi.
 
"Pembinaan terus berjalan, karena pidananya juga berbeda-beda. Itu yang menyebabkan kenapa tidak semuanya. Secara usia berbeda beda, daya nalar berbeda-beda," katanya pula.
 
Kemenkumham kini terus melakukan pembinaan terhadap napi terorisme dengan menggandeng Densus 88 Antiteror Polri, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Badan Intelijen Negara (BIN), dan pemuka agama.
 
"Ini terus, kami tidak berhenti, seluruh Jawa Barat ini ada 106 (narapidana terorisme) pada saat ini bisa bertambah bisa berkurang di kemudian hari, karena mutasi dari tempat lain atau kami mutasikan ke tempat lain," ujarnya.
 
(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif