Ditjen Rehabilitasi Sosial Kemensos memberikan pembinaan kepada pendamping lansia. (Foto: Renjana Pictures)
Ditjen Rehabilitasi Sosial Kemensos memberikan pembinaan kepada pendamping lansia. (Foto: Renjana Pictures)

Kemensos Perkuat Kualitas Pendamping Lansia

Nasional Berita Kemensos
Gervin Nathaniel Purba • 23 September 2020 17:29
Bandung: Direktorat Jenderal (Ditjen) Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial (Kemensos) memberikan pembinaan kepada para pendamping lanjut usia (lansia), di Bandung. Para pendamping tersebut dinilai perlu menambah kapasitasnya sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan para lansia.
 
"Diperlukan peningkatan pengetahuan pada bidang pelayanan kesejahteraan lansia agar dalam pelaksanaannya semakin baik/profesional," ujar Direktur Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Kemensos Andi Hanindito, pada acara pembukaan kegiatan Peningkatan Kapasitas bagi Pendamping Lansia, di Bandung, Jawa Barat, Selasa, 22 September 2020.
 
Kegiatan ini diikuti melalui video conference Zoom oleh Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kemensos Hari Hikmat, Staf Ahli Menteri PPN/Bappenas Bidang Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan Maliki. Turut hadir pula Direktur Lembaga Sertifikasi Pekerja Sosial Rudi Safruddin Darwis, Ketua Badan Akreditasi Lembaga Kesejahteraan Sosial Ellya Susilowati, dan dari Poltekesos Bandung Dr. Tukino.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Upaya penanganan kesejahteraan sosial lansia diamanatkan dalam UU Nomor 13 Tahun 1998, baik untuk lansia potensial dan non potensial. Disebutkan bahwa lansia berhak mendapatkan pelayanan sosial sesuai kebutuhan dan permasalahan yang dialaminya.
 
Jumlah penduduk Indonesia berdasarkan BPS 2019 sebanyak 267 Juta Jiwa. Di dalamnya terdapat populasi lansia 25,64 juta jiwa.
 
Kemensos Perkuat Kualitas Pendamping Lansia
(Kegiatan ini diikuti melalui video conference Zoom. Foto: Renjana Pictures)
 
Sementara, menurut Pusat Data dan Informasi Kemensos, jumlah lansia miskin sebanyak 40 persen dari populasi penduduk Indonesia, yaitu 12,6 juta jiwa (DTKS, 2019). Populasi lansia tidak miskin 13,04 juta jiwa. Pupulasi lansia dalam keluarga sebanyak 10,7 juta jiwa. Di luar keluarga 1,9 juta jiwa.
 
Berdasarkan data Direktorat Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial terdapat 1,1 juta jiwa yang ditangani oleh Program Keluarga Harapan (PKH), dan masih ada 9,6 juta jiwa yang belum ditangani.
 
Melihat tingginya angka populasi lansia, maka dibentuklah pendamping lansia berdasarkan Surat Keputusan Direktorat Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia pada 2019. Para pendamping ini diharapkan dapat membantu masalah kompleksitas lansia yang terus meningkat.
 
Para pendamping lansia ditempatkan masing-masing tiga orang di setiap provinsi dari jumlah keseluruhan sebanyak 104 orang pendamping.
 
Seiring berjalannya waktu, ada beberapa pendamping meninggal maupun mengundurkan diri karena satu dan hal lain. Hingga 2020, jumlah pendamping tersisa 72 orang.
 
"Direkrut dengan persyaratan berbagai latar belakang pendidikan pada bidang sosial, sehingga masih banyak pendamping yang belum memahami terhadap pelayanan kesejahteraan sosial lansia," Andi.
 
Melalui kegiatan ini, Andi berharap para pendamping lansia bisa meningkatkan pengetahuan tentang pendampingan profesional, pengetahuan pelayanan kesejahteraan sosial pada lansia, peningkatan pelayanan kesejahteraan sosial lansia, dan memahami tugas dan fungsinya.
 
Dirjen Rehsos Hari Hikmat berharap para pendamping lansia dapat terus meningkatkan pelayanan dengan baik.
 
“Kepada para pendamping harus mempunyai motivasi, inovasi dan perhatian khusus yang kuat dalam memberikan pelayanan dan pendampingan terhadap lansia sehingga program Atensi bisa berjalan dengan baik,” ucap Hari.
 
(ROS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif