Sejumlah WNI yang dievakuasi dari Wuhan, Hubei, Tiongkok, melakukan senam bersama prajurit TNI pada hari kesembilan di Hanggar Pangkalan Udara TNI AU Raden Sadjad, Ranai, Natuna, Kepulauan Riau. (Foto: ANTARA/M Risyal Hidayat)
Sejumlah WNI yang dievakuasi dari Wuhan, Hubei, Tiongkok, melakukan senam bersama prajurit TNI pada hari kesembilan di Hanggar Pangkalan Udara TNI AU Raden Sadjad, Ranai, Natuna, Kepulauan Riau. (Foto: ANTARA/M Risyal Hidayat)

WNI yang Diobservasi di Natuna Dinyatakan Sehat

Nasional Virus Korona
Antara • 10 Februari 2020 19:15
Tanjungpinang: Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau menyatakan seluruh warga negara Indonesia dari Wuhan, Tiongkok, yang diobservasi di Hanggar Lanud Raden Sajad, Ranai, Natuna, dalam kondisi sehat.
 
Kepala Dinkes Kepri Tjetjep Yudiana memastikan informasi terkait sejumlah WNI yang diobservasi di Natuna dalam kondisi sakit akibat air tidak bersih, tidak benar.
 
"Dari mana dan bagaimana ada yang tahu kondisi WNI yang menjalani observasi selama 14 hari itu? Itu sangat tertutup," katanya, Senin, 10 Februari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tjetjep mengaku dirinya sendiri tidak dapat masuk ke kawasan observasi, karena itu prosedur Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang wajib dilaksanakan. Di lokasi observasi hanya petugas ring I yang memberikan pelayanan kepada warga yang diobservasi.
 
"Air di kawasan observasi sangat terjaga dan kebutuhan WNI yang diobservasi juga dipenuhi," jelasnya.
 
Ia mengatakan sarana hiburan dan olah raga, selain makanan yang sehat juga dipenuhi petugas. Bahkan petugas menambah kapasitas internet baru-baru ini untuk kepentingan WNI yang dievakuasi dari Wuhan tersebut.
 
"Mereka juga dapat menghubungi keluarganya sepanjang waktu," tuturnya.
 
Tjetjep mengatakan situasi dan kondisi di lokasi observasi sangat baik. Suasana dibangun dengan baik sehingga warga menjalani observasi dengan bahagia.
 
"Jadi yang dijaga bukan hanya jasmani, melainkan juga batin mereka," sambung dia.
 
Jika dari 238 orang itu ada yang kelelahan atau luka saat berolah raga, menurut dia, tidak ada kaitannya dengan virus korona. Sehingga informasi itu tidak perlu dibesar-besarkan.
 
"Saya harus bicara yang benar, sesuai realitas, meski ada sejumlah pihak yang menginginkan saya berhenti berbicara untuk kepentingan publik. Saya harus bicara untuk meluruskan cukup banyak informasi tidak benar yang terlanjur dibaca publik," pungkasnya.
 

 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif