Ruang isolasi khusus RSUD DR Soetomo Surabaya, Jatim. Antara Foto/Moch Asim
Ruang isolasi khusus RSUD DR Soetomo Surabaya, Jatim. Antara Foto/Moch Asim

Alasan RSUD Dr Soetomo Surabaya Menolak APD Pemkot Surabaya

Nasional Virus Korona
Amaluddin • 29 Juni 2020 18:46
Surabaya: Direktur RSUD Dr. Soetomo Surabaya, Joni Wahyuhadi, angkat bicara perihal penolakan alat pelindung diri (APD) dari Pemerintah Kota Surabaya. Sebelumnya, Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini mengungkap bantuan APD dari Pemkot Surabaya untuk RSUD Dr Soetomo ditolak.
 
"Sebenarnya bukan menolak, tapi APD kami (di RSUD Dr Soetomo) masih cukup banyak," kata Joni, dikonfirmasi, Senin, 29 Juni 2020.
 
Dia mengaku, sengaja menolak karena masih memiliki banyak APD. Dengan harapan, APD bisa didistribusikan ke RS darurat atau rs rujukan covid-19 yang kekurangan APD.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jadi, kami itu bukan tidak mau, kalau kita masih ada dan RS lain membutuhkan bagai mana. RS darurat itu lho banyak yang membutuhkan, kalau kita masih cukup," terangnya.
 
Baca:Rumah Sakit Penuh, Risma Bersujud di Depan Dokter
 
Joni membantah tudingan Risma yang menyatakan sulit berkomunikasi dengan RSUD Dr. Soetomo. Joni mengeklaim, RSUD Dr Soetomo membuka pintu kepada semua pihak, termasuk Pemkot Surabaya.
 
"Komunikasi bagaimana yang sulit, komunikasi seperti apa. Apa susah telepon saya gitu? Kalau telepon Pak Soetomo, ya Pak Soetomo sudah almarhum lama. Komunikasi yang tersendat enggak ada, kalau mau telepon saya monggo," jelas Joni.
 
Sementara itu, Joni tak mengelak jika RSUD Dr Soetomo menolak pasien covid-19. Lantaran telah melebihi daya tampung.
 
"Saat ini ada sekitar 239 pasien dirawat, sedangkan daya tampung cuma 200. Ini sifatnya hanya sementara, karena memang overload," ujarnya.
 
Joni melanjutkan, pasien dengan gejala sedang dan ringan dipindahkan ke Rumah Sakit Lapangan Covid-19 di Jalan Indrapura, yang berkapasitas 500 orang. Sementara RSUD Dr Soetomo fokus pada pasien gejala berat.
 
Sebelumnya, Risma untuk kesekian kalinya menangis di hadapan publik setelah mendengar laporan dari para tenaga kesehatan yang bertugas khusus menangani covid-19, pada audiensi di Balai Kota Surabaya, pada Senin 29 Juni 2020.
 
Dalam pertemuan tersebut, Risma mendengar keluhan terkait penuhnya kapasitas bed di ruang isolasi yang ada di RSUD Dr. Soetomo, serta kendala koordinasi yang dialami oleh RSUD Dr Soetomo, dengan Pemkot Surabaya.
 
Risma mengaku pihaknya sudah berulang kali mencoba berkomunikasi dengan RSUD Dr Soetomo, namun hasilnya nihil. Risma mengungkap, bantuan APD dari Pemkot sempat ditolak oleh pihak RSUD Dr Soetomo.
 
"Tolonglah kami jangan disalahkan terus. Apa saya rela warga saya mati, kami masih mengurus orang meninggal sampai jam tiga pagi. Yang warga bukan Surabaya, kami masih urus. Saya memang goblok, saya tidak pantas jadi wali kota," kata Risma sambil menangis.
 
Sebelumnya pun Pemkot Surabaya sudah menawarkan ruang isolasi yang masih kosong di RS Husada Utama untuk pasien RSUD Dr Soetomo. Sebab, Risma mendapat keluhan penuhnya ruangan isolasi.
 

(LDS)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif