Ilustrasi. (Foto: MI/Rommy Pujianto)
Ilustrasi. (Foto: MI/Rommy Pujianto)

Subsidi Upah Diharapkan Bantu Penguatan Ekonomi

Nasional Virus Korona BPJS Ketenagakerjaan Bantuan Langsung Tunai
Amaluddin • 08 September 2020 15:48
Surabaya: Sebanyak 560 ribu dari 1,7 juta pekerja di Jawa Timur, telah mendapatkan subsidi upah. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan, bantuan tersebut diharapkan membantu penguatan ekonomi para pekerja terdampak covid-19.
 
"Saya harap bantuan ini bisa memberikan penguatan ketahanan kesehatan masyarakat baik di lingkungan atau keluarga. Misalnya untuk pemenuhan gizi keluarga para pekerja sehingga memperkuat daya tahan tubuh,” katanya, Selasa, 8 September 2020.
 
Khofifah mengungkapkan subsidi upah sebesar Rp600 ribu selama empat bulan dengan total Rp2,4 juta dicairkan bertahap. Selain untuk meningkatkan daya beli masyarakat, ia berkeinginan bantuan itu membantu pemulihan ekonomi di masa pandemi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca juga:67.660 Pelaku UMKM di Kota Tangerang Bakal Menerima Bantuan Tunai
 
Di sisi lain, ia tetap mengingatkan masyarakat untuk patuh pada protokol kesehatan pencegahan covid-19. Khofifah mengaku prihatin masih banyak warga yang abai terhadap potensi penularan virus korona.
 
"Saya masih sering menemukan orang menggunakan masker di bawah hidung atau hanya menutupi dagu. Saya minta teman-teman termasuk dari serikat pekerja dan manajemen perusahaan untuk terus mengingatkan pekerja dan mayarakat mematuhi protokol kesehatan terutama menggunakan masker yang benar," kata Khofifah.

Sementara itu, Deputi Direktur Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jatim, Dodo Suharto, mengatakan penyerahan bantuan subsidi upah dilakukan bertahap hingga menjangkau seluruh rekening pekerja yang telah tervalidasi. Ia memastikan pekerja dengan kepesertaan aktif BPJS Ketenagakerjaan bisa menerima haknya.
 
Dodo pun mengimbau kepada perusahaan, agar segera menyerahkan data terkini para pekerja yang mencakup nomor rekening aktif atas nama pekerja. Terkait nomor rekening yang tidak valid, pihaknya akan mengembalikan kepada perusahaan untuk dikonfirmasi kembali kepada pekerja untuk validasi ulang.
 
"Proses validasi ini cukup detail. Kami minta kepada perusahaan untuk menyegerakan, baik yang belum mengirimkan maupun yang melakukan konfirmasi ulang, agar mengirimkan paling lambat 15 September 2020," kata Dodo.
 
(MEL)
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif