Arif Nur Rofiq berkuliah di Yangzhou Polytechnic College, Jiangsu, Tiongkok, yang berjarak 600 kilometer dari Wuhan. (Foto: Medcom.id/Arif Nur Rofiq)
Arif Nur Rofiq berkuliah di Yangzhou Polytechnic College, Jiangsu, Tiongkok, yang berjarak 600 kilometer dari Wuhan. (Foto: Medcom.id/Arif Nur Rofiq)

Cerita Mahasiswa Indonesia Mencekamnya Tiongkok

Nasional Virus Korona
Ahmad Mustaqim • 05 Februari 2020 13:16
Gunungkidul: Arif Nur Rofiq, 20, merupakan mahasiswa Indonesia yang menimba ilmu di Tiongkok, saat virus korona mewabah. Arif kuliah di Yangzhou Polytechnic College, Jiangsu.
 
Arif menceritakan mencekammya Jiangsu dan tak leluasa beraktivitas pascapenyebaran virus korona.
 
"Kampus meminta mahasiswa tidak keluar asrama. Aktivitas di luar sangat dibatasi. Banyak toko-toko tutup karena informasi (virus) korona," kata Arif di Dusun Gembuk, Desa Getas, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu, 5 Februari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kendati berjarak 600 kilometer dari Wuhan (provinsi pertama yang terjangkit korona), pengaruh virus membuat wilayah Jiangshu seperti tak berpenghuni. Suasananya mencekam. Terlebih saat otoritas setempat menyatakan 13 orang terjangkit virus korona.
 
Tak banyak pikir, Arif memutuskan pulang ke Indonesia. Namun sejumlah penerbangan internasional ditutup, ia harus transit di Bangkok, Thailand, sebelum tiba di Jakarta.
 
"Saya sampai di Yogyakarta, Senin (3 Februari 2020)," katanya.
 
Arif menjelaskan, Wuhan bisa dijangkau dari Jiangshu sekitar empat jam perjalanan kereta api. Kendati jauh, ia menyebut penyebaran virus korona di Tiongkok cukup cepat.
 
"Saya belum pernah ke Wuhan. Pas itu (informasi penyebaran virus korona), kami dilarang beraktivitas di keramaian, dilarang ke luar rumah," ujarnya.
 
Arif memastikan dirinya dalam kondisi baik. Ia juga sudah menjalani sejumlah pemeriksaan kesehatan di semua bandara yang dilewati.
 
Mahasiswa program beasiswa Kementerian Agama ini belum tahu kapan akan kembali ke Tiongkok. Namun, kampus tempat Arif menimba ilmu menginformasikan bahwa perkuliahan akan kembali dimulai pada 17 Februari 2020.
 
"Tetapi kalau ada kejadian seperti ini belum tahu akan masuk kapan. Masih menunggu informasi. Insyaallah kembali ke sana (Tiongkok)," ujarnya.
 
Ibunda Arif, Maryatun, senang anaknya bisa pulang dalam kondisi sehat. Ia tetap menyerahkan keputusan kepada anaknya soal kelanjutan pendidikannya.
 
"Terserah anaknya saja. Orang tua selalu mendukung anaknya buat belajar," kata Maryatun.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif