ilustrasi Medcom.id
ilustrasi Medcom.id

Kasus Positif Covid-19 di Jateng Melesat ke Angka Seribu

Nasional Virus Korona
Mustholih • 15 Mei 2020 19:25
Semarang: Angka pasien positif covid-19 di Provinsi Jawa Tengah melesat menjadi 1.132 kasus. Dari jumlah itu, 591 pasien (52,21 persen) sedang menjalani perawatan di rumah sakit, 458 pasien (40,46 persen) dinyatakan sembuh, dan 83 pasien (7,33 persen) meninggal.
 
Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah, Julianto Prabowo, mengatakan angka kesembuhan pasien positif covid-19 di Jateng cenderung meningkat dibanding pekan-pekan lalu. "Ini cukup tinggi dibanding minggu-minggu sebelumnya. Harapannya yang dirawat sembuh semua. Yang meninggal semakin menurun yaitu 7,36 persen," kata Yulianto, Semarang, Jawa Tengah, Jumat, 15 Mei 2020.
 
Namun, Yulianto tidak mengungkap data pembanding angka kesembuhan pasien covid-19 di Jateng. Yulianto mengatakan pada pekan-pekan ini Jawa Tengah memang banyak menemukan pasien yang positif covid-19.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Banyak ditemukan karena ini adalah upaya kita memutus mata rantai penularan lalu membuat yang sembuh semakin banyak," ujar Yulianto memberi alasan.
 
Baca:Polisi Memperketat Pengecekan Surat Bukti Bebas Korona
 
Yulianto mengatakan semakin banyak kasus positif covid-19 ditemukan di Jateng justru semakin baik. Sebab, dengan banyaknya ditemukan pasien covid-19, penyebaran virus korona dapat dikendalikan dan dilakukan pencegahan.
 
"Semakin banyak semakin baik, semakin kita mencari semakin baik. Agar kasus yang kita temukan tidak terlambat dalam penanganannya," jelas Yulianto.
 
Dalam melakukan upaya pengendalian dan pencegahan penyebaran virus korona covid-19, Dinas Kesehatan Jawa Tengah melakukan sejumlah langkah. Pertama, melakukan deteksi dini dengan cara memeriksa kesehatan semua orang yang datang dari luar Jateng atau negara-negara lain.
 
Pemeriksaan mereka diselenggarakan di pintu-pintu masuk Jateng. "Misalkan bandara, pelabuhan, dan perbatasan-perbatasan daerah provinsi. Mereka kita lakukan tes laboratorium baik rapid test dan swab test," terang Yulianto.
 
Langkah kedua, kata Yulianto, Dinas Kesehatan Jateng melakukan prevensi dini dengan intens mengkampanyekan jaga jarak (physical distancing dan social distancing), cuci tangan, dan memakai masker. "semua ini adalah upaya dini kita mencegah penyebaran virus korona," tegas Yulianto.
 
Langkah terakhir, Dinas Kesehatan Jateng melakukan respon dini dengan menyediakan tempat karantina dan isolasi terhadap warga diduga kuat terpapar virus korona. "Di Jateng banyak sekali tempat-tempat karantina yang disediakan baik di provinsi, kabupaten sampai tingkat RW. Bahkan di rumah-rumah bisa dilaksanakan isolasi mandiri, tentunya harus melalui protokol kesehatan," tegas Yulianto.
 

(ALB)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif