Wakil Gubernur Papua Papua Klemen Tinal saat memberikan arahan sebelum melakukan pembagian sembako terhadap orang asli Papua. (Foto: Medcom.id/Roylinus Ratumakin)
Wakil Gubernur Papua Papua Klemen Tinal saat memberikan arahan sebelum melakukan pembagian sembako terhadap orang asli Papua. (Foto: Medcom.id/Roylinus Ratumakin)

OAP Terima Bansos Dampak Covid-19

Nasional Virus Korona
Roylinus Ratumakin • 18 Mei 2020 16:28
Jayapura: Sebanyak 17.991 paket sembako dan pangan lokal diberikan sebagai bantuan sosial (bansos) kepada Orang Asli Papua (OAP) yang tidak memiliki KTP elektronik (e-KTP). Setiap paket berisi beras 20 liter, mi instan satu dus, minyak goreng lima liter, telur satu rak, biskuit, garam, dan pangan lokal.
 
Wakil Gubernur Papua Papua Klemen Tinal mengatakan, bansos diserahkan kepada OAP yang terpapar covid-19, di kabupaten Jayapura dan kota Jayapura, yakni Distrik Sentani, Distrik Abepura, Kampung Telaga di Distrik Muara Tami, dan Kelurahan Tanjung Ria.
 
"17.991 paket sembako masing-masing 4.741 paket sembako di Sentani, 6.654 paket di Abepura, Kampung Telaga di Distrik Muara Tami 2.651 paket, dan Kelurahan Tanjung Ria di Distrik Jayapura Utara 3.925 paket," kata Klemen, Senin, 18 Mei 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lebih lanjut, kata Klemen, pihaknya berencana mendistribusikan 32.000 paket sembako kepada warga yang terpapar covid-19. Dari 32.000 paket sembako itu, sebanyak 17.991 paket diperuntukan bagi OAP tak ber-KTP, sedangkan sisanya untuk OAP yang memiliki e-KTP.
 
Baca juga:517 Jiwa Mengungsi Akibat Banjir di Aceh Utara
 
Selain bantuan sosial berupa paket sembako pihaknya juga ingin agar masing-masing pemda bertanggung jawab terkait urusan administrasi. Terutama penyusuan basis data OAP di Papua.
 
“Sehingga kita tahu persis berapa jumlah OAP, klasifikasi dan lain-lain sesuai dengan amanat UU Otsus,” jelasnya.
 
Sementara itu, meski tak memerinci berapa banyak pangan lokal yang telah diserahkan kepada OAP, Klemen menyatakan yang dilakukan Pemprov Papua guna menghentikan laju penyebaran covid-19.
 
“Kita pastikan dagangan mereka juga tak mubazir, sehingga kita beli semua. Kemudian kita distribusikan bersamaan dengan pembagian paket sembako, supaya ada juga unsur lokalnya yakni umbi-umbian, sayur mayur, dan buah-buahan,” ungkapnya.
 
Baca juga:Pandemi Covid-19, Legislator Yahukimo Tetap Dilantik
 
Penggunaan pangan lokal sebagai bagian dari paket sembako juga sebagai edukasi sekaligus stimulan kepada masyarakat lokal. Bahwa produk-produk lokal mempunyai nilai jual yang baik jika dikemas atau didistribusikan ke pasar-pasar yang tepat seperti koperasi.
 
“Dan juga ada nilai tambah atau penghasilan buat Mama-mama pedagang asli Papua dan untuk masyarakat bahan lokal ini ke depan akan sangat baik,” lanjutnya.
 
Selain itu, Klemen menilai pangan lokal memiliki gizi lebih tinggi ketimbang nasi dan yang ada di dalam paket sembako. Ia pun berencana menyusun kebijakan agar semua acara di Papua, wajib menyediakan makanan lokal.
 
“Kita sudah terbiasa dengan makanan yang ada saat ini sebenarnya tak terlalu baik untuk kesehatan. Makanya kita membiasakan diri lagi mencintai makanan lokal,” pungkasnya.
 

(MEL)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif