Ilustrasi/Medcom.id.
Ilustrasi/Medcom.id.

Mantri Patra Naik Pangkat Anumerta

Nasional obituari
Antara • 26 Juni 2019 14:50
Wasior: Pemerintah Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat menganugerahkan pangkat anumerta satu tingkat lebih tinggi kepada mendiang Mantri Patra Kevin Marinnha Jauhari. Mantri meninggal, di desa terpencil tempatnya bertugas, di Kampung Oya, Distrik Naikere, Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, Selasa, 18 Juni 2019.
 
Tenaga kesehatan yang wafat saat menjalankan tugas tersebut juga mendapat piagam penghargaan atas jasa dan pengorbanannya sebagai petugas kesehatan di
pedalaman Wondama.
 
Penghargaan tersebut disampaikan oleh Bupati Bernadus Imburi pada acara pelepasan Patra dari Pemda kepada pihak keluarga untuk selanjutnya di makamkan, Senin 25 Juni di gedung Sasar Wondama di Manggurai, Wasior.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Upacara pelepasan jenazah yang penuh haru dihadiri oleh tiga orang kerabat dekat mendiang yang secara khusus didatangkan oleh Pemkab Wondama langsung dari kampung halamannya di Palopo, Sulawesi Selatan.
 
Baca:Cerita Mantri Patra yang Bertugas di Pedalaman Hingga Meninggal
 
Ikut memberi penghormatan terakhir ratusan rekan-rekan sejawatnya sesama petugas medis, para pejabat Pemda juga para ASN dan masyarakat umum.
 
Saya melepaskan jenazah Patra Kevin Marinnha Jauhari yang boleh kita sebut pahlawan kemanusiaan di daerah ini," ucap Bupati.
 
Mantri Patra, demikian dia biasa disapa, meninggal dunia saat menjalankan tugas memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di pedalaman Wondama, tepatnya di Kampung Oya, Distrik Naikere. Pemuda 31 tahun itu mengembuskan napas terakhir pada 18 Juni lalu karena sakit.
 
Jenazahnya baru bisa dievakuasi pada 22 Juni atau 4 hari setelah meninggal. Letak Oya yang hanya bisa dijangkau dengan helikopter atau berjalan kaki selama berhari-hari membuat evakuasi menjadi terhambat.
 
Bupati Imburi atas nama Pemda dan masyarakat menyampaikan penghargaan yang
setinggi-tingginya atas jasa dan perjuangan mendiang yang dengan setia dan
tulus memberikan pelayanan medis bagi warga di pedalaman Wondama hingga
ajal menjemput.
 
"Mendiang adalah ASN yang bekerja sungguh-sungguh dan setia terhadap tugas. Atas nama Pemda dan masyarakat kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya. Karya dan pengabdianmu kami tidak bisa membalas, Tuhan yang akan menghitung dan membalas," ucap Imburi.
 
Imburi juga meminta maaf kepada keluarga besar mendiang atas keterlambatan dalam memberikan pertolongan saat yang bersangkutan sedang sakit. Termasuk evakuasi jenazah yang harus tertunda sampai 4 hari.
 
"Kalau ada helikoter di Wondama saya pasti akan minta tolong. Tempat ini susah sehingga semua jadi lambat. Karena itu saya selaku pemimpin Wondama saya mohon maaf. Secara pribadi saya rasa bersalah. Semua kelalaian, semua kelambatan, semua kesalahan biarlah ada di saya," kata orang nomor satu Wondama ini.
 
Hermin Sesa Rinding mewakili keluarga besar mendiang menyatakan pihaknya telah mengikhlaskan kepergian Patra. Keluarga tidak menyalahkan siapapun atas kematiannya, termasuk terhadap Pemkab Wondama.
 
"Kami sekeluarga merasa Pemda tidak lepas tanggung jawab. Kalau pesawat (helikopoter) itu milik Pemda Wondama pasti sudah dikirim ke sana tapi pesawat itu milik orang dan mereka pakai bisnis jadi tidak gampang. Kalau pesawat itu ada di
Wondama pasti Bapak Bupati sudah perintahkan untuk ke sana," kata Hermin.
 
Dia mengajak semua pihak agar mendoakan agar mendiang diberi kelapangan jalan menuju Rumah Bapa di Surga. "Kami percaya itu sudah rencana Tuhan," ujar Hermin yang juga adalah Asisten Sekda Bidang Kesra.
 
Mantri adalah anak bungsu dari 4 bersaudara yang lahir pada 18 Januari 1988. Hingga akhir hayatnya, lajang 31 tahun itu telah mengabdi sebagai ASN pada Dinas Kesehatan Kabupaten Teluk Wondama sejak 7 tahun silam. Jasadnya dikebumikan di pemakaman umum di Wasior Kampung.
 

(ALB)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif