Pekerja membuat galian jamban di kontrakan  tanpa jamban di RT 002 RW 01, Karawaci, Tangerang. (Foto: Medcom.id/Hendrik)
Pekerja membuat galian jamban di kontrakan tanpa jamban di RT 002 RW 01, Karawaci, Tangerang. (Foto: Medcom.id/Hendrik)

Kontrakan Tanpa Jamban di Tangerang Disegel

Nasional penyegelan
Hendrik Simorangkir • 10 Desember 2019 17:50
Tangerang: Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang, Banten, menyegel rumah kontrakan tanpa jamban di RT 002 RW 01, Karawaci, Tangerang. Penyegelan dilakukan lantaran penghuni kontrakan membuang kotoran ke saluran air.
 
Kepala Bidang Penegakan Produk Hukum Daerah Satpol PP Kota Tangerang, Kaonang, mengatakan, kontrakan 24 pintu itu tak membuat septic tank untuk para penyewa. Penghuni membuang kotoran ke saluran air di belakang kontrakan.
 
"Penghuninya berjumlah 21 kepala keluarga. Intinya, kami melakukan penyegelan sementara sesuai prosedur, karena ini juga untuk kebutuhan dan kesehatan warga sekitar," ujarnya, Selasa, 10 Desember 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kaonang menjelaskan segel akan dilepas jika Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang menyetujui. Pemilik kontrakan pun diminta segera membuat septic tank untuk kenyamanan para penghuni.
 
"Apabila tidak membuat septic tank dalam waktu satu minggu, kontrakan kita bongkar," katanya.
 
Sementara itu, Camat Karawaci Tihar Sopian menyebut telah melakukan penandatangan surat perjanjian pembangunan jamban dengan pemilik kontrakan.
 
"Saat ini sedang dilakukan penggalian, lokasinya tepat di depan kontrakan. Saya akan terus mengawasi dan memastikan akan selesai dalam waktu satu minggu," ungkap Tihar.
 
Tihar menambahkan Pemerintah Kota Tangerang juga akan mengirimkan dua unit toilet portable yang bisa dipergunakan penghuni kontrakan selama proses pembangunan jamban berlangsung.
 
"Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim), nanti akan dikirimkan ke sini, sebagai pengganti WC sementara selama pembuatan jamban," katanya.
 
Pemilik usaha kontrakan, Winata, mengaku bersalah dan memohon maaf kepada warga sekitar atas tidak tersedianya fasilitas jamban bagi penghuni kontrakan yang dikelolanya.
 
"Saya mohon maaf pada warga sekitar dan pihak pemerintah, saya berjanji akan menyelesaikan secepat mungkin," ujar Winata.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif