Kepala Pelaksana BPBD DIY, Biwara Yuswantana. Medcom.id/Ahmad Mustaqim
Kepala Pelaksana BPBD DIY, Biwara Yuswantana. Medcom.id/Ahmad Mustaqim

Warga Diminta Perhatikan Perubahan Alam

Nasional natal dan tahun baru
Ahmad Mustaqim • 09 Desember 2019 16:40
Kulon Progo: Warga di lokasi rawan bencana diminta peka dan membaca tanda-tanda alam sebelum terjadinya bencana. Di luar konteks adanya alat peringatan dini, pembacaan situasi lingkungan dinilai masih menjadi salah satu faktor keselamatan penting.
 
"Pengalaman longsor sebelumnya (2018), saya bicara dengan pemilik rumah yang hancur tertimpa reruntuhan batu. Bagaimana selamat? Dia peka dengan alam," kata Kepala Pelaksana BPBD DIY, Biwara Yuswantana, di Dusun Ngrancah, Desa Pendoworejo, Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo, DIY, Senin, 9 Desember 2019.
 
Biwara menjelaskan pasangan suami-istri pemilik rumah itu semula merasa aneh saat sedang di dapur. Sempat ada lontaran kerikil diduga dari bukit dekat rumah. Situasi itu terjadi saat hujan dalam intensitas tinggi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Mereka kemudian segera mengevakuasi diri, pindah. Ternyata beberapa menit kemudian longsor," jelas Biwara.
 
Biwara mengatakan bencana longsor di DIY biasa diawali dengan hujan intensitas tinggi yang bisa mempengaruhi kondisi tanah di perbukitan. Kondisi ini bisa dibantu dengan alat peringatan dini atau early warning system (EWS) dan juga membaca kondisi lingkungan tersebut.
 
Menurutnya apabila masyarakat perlu pindah ke lokasi aman harus segera dilakukan. Gejala longsor biasanya diawali hujan lebat, air keruh, hingga pohon menjadi miring.
 
"Ketika sudah menjadi tanah yang bergerak risikonya sudah sangat fatal. Tanda-tanda awal memberikan waktu masyarakat menyelamatkan diri. Misalnya, kerikil mulai berjatuhan dari atas tadi," ungkap Biwara.
 
Biwara kembali mengatakan masyarakat sejatinya menjadi bagian penting dalam membantu evakuasi di lokasi rawan bencana. Peralatan yang ada di sekitar lokasi, termasuk EWS, hanya bersifat membantu.
 
"Mohon masyarakat ikut menjaga dan mengamankan. Manfaatkan, kelola, dan pelihara untuk semua masyarakat," ungkapnya.
 
Manajer Pusat Pengendalian Operasi BPBD DIY, Danang Samsurizal menambahkan, sejumlah EWS berbasis teknologi yang telah terpasang diharapkan bisa menekan angka risiko dampak bencana. Utamanya apabila ke depan dipasang di banyak titik. EWS berbasis teknologi itu telah terpasang di sejumlah titik di Bantul dan Kulon Progo.
 
"Kalau ada kejadian secepat itu datang ke lokasi, kemudian kita tangani. Respon kami 16 menit. Ada kejadian di suatu wilayah, ada petugas yang merespon. Longsor jadi tidak sampai membawa korban," kata Danang.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif