Ilustrasi - Medcom.id.
Ilustrasi - Medcom.id.

Kemiskinan di Brebes 17,17 %

Nasional kemiskinan
Mustholih • 06 November 2019 14:51
Brebes: Pemerintah Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, berupaya mengentaskan kemiskinan di wilayahnya. Berdasarkan data kemiskinan makro Badan Pusat Statistik (BPS) per Maret 2018, tingkat kemiskinan Kabupaten Brebes 2018 masih tinggi, yakni 17,17 persen atau sebanyak 309.170 jiwa.
 
Sekretaris Daerah Kabupaten Brebes, Djoko Gunawan, mengatakan angka kemiskinan di Brebes berada di atas tingkat kemiskinan Provinsi Jawa Tengah sebesar 11,32 persen dan tingkat kemiskinan nasional 9,82 persen. Dari 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah, Brebes menempati posisi ke-33 dari 35 Kabupaten/Kota, di atas Kabupaten Kebumen dan Kabupaten Wonosobo.
 
"Untuk garis kemiskinan Brebes 2018 sebesar Rp405.942 per kapita per bulan, meningkat dibandingkan 2017 sebesar Rp382.125 per kapita per bulan. Sedangkan indeks kedalaman kemiskinan Brebes 2018 sebesar 3,51 meningkat dibandingkan 2017 sebesar 3,06," kata Djoko saat dihubungi Medcom.id, Rabu, 6 Nopember 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia mengaku sudah berupaya melalui pendataan serta verifikasi data jumlah warga miskin oleh Dinas Sosial melalui sitem terintegrasi. Yakni dilakukan by name by address serta updating terhadap data tersebut.
 
Kemudian dilakukan penanganan secara bertahap baik melalui program PKH ataupun CSR hingga pemberdayaan UMKM. Hal ini juga untuk mengurangi tingkat pengangguran di kota bawang merah ini.
 
"Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Brebes, mencatat jumlah angkatan kerja di Brebes saat ini mencapai 850.000. Sedang angka penganggurannya sekitar 5 persen atau 72.000," ungkapnya.
 
Dia menerangkan dari angkatan kerja sebanyak 65 persen pendidikan SD ke bawah. Sedangkan yang SMA sekitar 15 persen.
 
"Ini juga menjadi kendala karena pabrik-pabrik juga membutukan standar tertentu," ucapnya.
 
Anggota DPR asal Brebes, Paramitha Widya Kusuma, mengaku masalah kemiskinan dan pengangguran masih menjadi pekerjaan rumah (PR) berat di Brebes. Sementara itu banyak angkatan kerja yang enggan bekerja di daerah.
 
"Mereka lebih lebih memilih mencari kerja di kota besar, seperti Jakarta dan Bandung. Padahal pabrik yang membuka lowongan membutuhkan standar pendidikan yang lumayan tinggi karena minimal lulusan SMA atau sedrajat," kata legislator asal Dapil IX Jateng yang meliputi Kabupaten Brebes, Kabupaten Tegal dan Kota Tegal ini.
 
Mitha menerangkan ditetapkannya Kabupaten Brebes menjadi Kawasan Industri Brebes (KIB) diharapkan bisa mengerek pertumbuhan perekonomian. Pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Brebes sebelumnya hanya 5,47 persen per tahun, diharapkan bisa meloncat menjadi 7,0 persen.
 
"Yang lebih penting juga adanya penyerapan pengangguran Brebes yang saat ini mencapai 8,47 persen," tandasnya.
 

(LDS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif