Ilustrasi. (Foto: Medcom.id)
Ilustrasi. (Foto: Medcom.id)

Hukuman Percobaan Penganiaya Anak Dinilai Tak Adil

Nasional penganiayaan anak
Syaikhul Hadi • 25 Oktober 2019 15:14
Sidoarjo: Dyah Sulis Setyowati, orang tua NP, 11, korban penganiayaan oleh oknum Satpol PP Sidoarjo, Jawa Timur, Bambang Supriyono, keberatan terdakwa hanya dihukum percobaan. Dyah mengaku tak bisa menerima vonis Pengadilan Negeri Sidoarjo.
 
"Jelas tidak adil," ungkapnya, Jumat, 25 Oktober 2019.
 
Dyah mengaku tak terima dengan perlakuan kasar Bambang terhadap anaknya. Apalagi hingga NP mengalami luka lebam.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jelas kami kecewa walaupun hakim sempat meminta agar kami saling memaafkan di ruang sidang. Tetapi, sudah setahun lamanya sejak berjalannya kasus ini, terdakwa tidak pernah meminta maaf, apalagi mendatangi dan bertemu keluarga kami di rumah," kata Dyah.
 
Senada, tim Lembaga Bantuan Hukum yang mendapingi NP menilai vonis majelis hakim PN Sidoarjo, janggal. Anggota LBH Eko, menyebut, di dalam putusan tidak ada rasa keadilan.
 
"Yang jelas, JPU sudah banding. Kami dari tim bantuan hukumnya akan mengirimkan surat kepada Komisi Perlindungan Anak atas apa yang terjadi disini," ucap Eko.
 
Eko mengungkapkan seharusnya majelis hakim memberikan putusan hukum yang sesuai dengan tindak terdakwa terhadap korban. Sehingga bisa memberi efek jera terhadap pelaku penganiayaan anak.
 
"Harusnya ini lebih dipertimbangkan lagi oleh majelis hakim. Masa penganiaya anak hanya dihukum percobaan. Mau sampai berapa lagi yang akan menjadi korban," tegasnya.
 
Majelis Hakim Pengadilan Negeri Sidoarjo sebelumnya menjatuhkan hukuman percobaan selama enam bulan terhadap Bambang Supriyono, terdakwa penganiayaan anak, NP, 11. Bambang merupakan anggota Satpol PP aktif di lingkungan Kabupaten Sidoarjo.
 
Dalam sidang putusan tersebut, Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Sidoarjo, Ridwantoro, menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana kekerasan sebagaimana diatur dalam Pasal 80 ayat 1, Juncto Pasal 76C Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.
 
"Menjatuhkan pidana dengan pidana penjara selama enam bulan. Menetapkan pidana tidak perlu dijalankan kecuali jika di kemudian hari ada putusan hakim yang menentukan lain disebabkan karena terpidana melakukan suatu tindak pidana sebelum masa percobaan selama delapan bulan berakhir," ujarnya, Kamis, 24 Oktober 2019.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif