Ayah Aldama Putra, Pelda Daniel Pongkala, saat ditemui di rumahnya, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, beberapa waktu lalu. Medcom.id/Muhammad Syawaluddin
Ayah Aldama Putra, Pelda Daniel Pongkala, saat ditemui di rumahnya, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, beberapa waktu lalu. Medcom.id/Muhammad Syawaluddin

Aldama Tewas karena Terlambat Diberi Pertolongan

Nasional pembunuhan Kekerasan di Sekolah
Muhammad Syawaluddin • 19 Maret 2019 19:14
Makassar: Rekonstruksi kematian siswa Akademi Teknik Keselamatan Penerbangan (ATKP), Aldama Putra Pangkola, menguak fakta baru. Taruna penerbang tingkat satu itu meninggal di kampus karena tidak segera mendapatkan pertolongan pertama.
 
"Anak saya itu lama dikasih pertolongan, di situ saya sayangkan," kata ayah Aldama Putra, Pelda Daniel, saat dihubungi, Selasa, 19 Maret 2019.
 
Daniel yang mengikuti rekonstruksi pembunuhan anaknya hingga selesai mengungkap anaknya sudah meninggal sebelum dibawa ke rumah sakit. Rusdi, tersangka penganiaya Aldama hingga tewas, melayangkan pukulan bertubi-tubi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebelum anaknya meninggal, putra kata Rusdi, Aldama sempat pingsan akibat pukulan yang sangat keras dari tersangka. Namun, Aldama tidak langsung diberi pertolongan. Seniornya hanya memaksa Aldama untuk duduk dan minum.
 
"Setelah dipukul anak saya langsung teriak jongkok kesakitan, habis itu anak saya langsung pingsan. Saat pingsan dia (Rusdi) panggil temannya untuk ambilkan air, habis itu anak saya dipaksa duduk dan diberi air," jelasnya.
 
Aldama tak bisa lagi bergerak karena lemas. Rusdi kemudian menyuruh teman tingkat Aldama yang berada di ruangan untuk memanggil pembina dan pengasuh. Tersangka bahkan memerintahkan teman Aldama berbohong kalau korban jatuh di kamar mandi.
 
"Pelaku bilang kasih tahu kalau ada pembina atau pengasuh, Aldama jatuh di kamar Mandi," katanya, mengingat hasil rekonstruksi kemarin.
 
Tim medis pertolongan pertama yang datang di ruangan tersebut melihat bahwa anak tunggal Daniel sudah tidak bernapas dan bergerak lagi. Korban dipaksakan untuk dibawa ke rumah sakit dengan menggunakan mobil.
 
"Untuk apa juga dibawa ke rumah sakit. Iye pak sudah tidak bernapas di dalam itu, lidahnya sudah lari turun," ungkap Daniel mengulangi salah satu saksi yang melihat kondisi Aldama.
 
Rusdi dicap Daniel tidak punya perikemanusiaan. Dia berharap tersangka bisa dihukum sesuai perbuatannya.
 

(SUR)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif