Foto udara kondisi banjir bandang yang merendam rumah warga di Kecamatan Asera, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, Selasa (11/6/2019). ANTARA FOTO/Oheo Sakti
Foto udara kondisi banjir bandang yang merendam rumah warga di Kecamatan Asera, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, Selasa (11/6/2019). ANTARA FOTO/Oheo Sakti

Banjir Rendam Tujuh Kecamatan di Konawe Utara

Nasional longsor bencana longsor bencana banjir
ant • 17 Juni 2019 13:40
Konawe Utara: Tujuh kecamatan di Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara. Najir akibat meluapnya tiga sungai yakni Sungai Lalindu, Sungai Walasolo dan Sungai Wadambali, menyusul tinggi intensitas hujan yang mengguyur wilayah itu sejak 2 Juni 2019.
 
Berdasarkan data Pemkab Konut, BPBD dan Tim SAR, jumlah pengungsi akibat banjir tersebut sebanyak 2.207 kepala keluarga atau 8.489 jiwa dan penduduk yang terdampak berjumlah 18.489 jiwa.
 
Tujuh kecamatan yang dilanda banjir adalah Kecamatan Andowia, Kecamatan Asera, Kecamatan Landawe, Kecamatan Langkikima, Kecamatan Oheo, Kecamatan Wiwirano dan Kecamatan Motui.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, dampak dari banjir tersebut mengakibatkan 370 unit rumah hanyut, 1.837 unit rumah terendam, 5 bangunan masjid ikut terendam. Sementara untuk bangunan fasilitas umum, seperti jembatan 4 unit hanyut, 4 unit jembatan terendam dan tidak bisa di akses.
Fasilitas kesehatan di antaranya 4 Puskesmas, 3 Pustu, dan 1 unit gudang obat ikut
terendam banjir, 3 pasar tradisional dan 1 ruas jalan Trans Sulawesi.
 
Untuk bangunan sekolah yang terdampak banjir, diantaranya 10 unit SD, 3
unit SMP, dan 17 unit Taman Kanak-Kanak.
 
Akibat banjir itu pula kerugian pertanian dan perikanan diantaranya sawah 970,3 hektare, jagung 83,5 hektare dan tambak 420 hektare habis terendam banjir.
 
Kepala bagian humas Pemkab Konut, La Ode Muh Amanuddin, mengatakan pihak Pemkab belum melakukan pendataan terkait jumlah kerugian akibat banjir tersebut, karena masih fokus mengevakuasi dan mendroping bantuan.
 
"Untuk jumlah kerugian secara keseluruhan, kami belum melakukan pendataan karena masih dalam proses tanggap darurat masih fokus mengevakuasi dan mendroping
bantuan," kata Amanuddin.
 

(ALB)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif