Jalan desa sepanjang 100 meter di Kampung Bojongkasih, Desa Sindangsari, Kadupandak, Cianjur, Jawa Barat, ambles, Minggu, 12 Januari 2020. Antara/Ahmad Fikri
Jalan desa sepanjang 100 meter di Kampung Bojongkasih, Desa Sindangsari, Kadupandak, Cianjur, Jawa Barat, ambles, Minggu, 12 Januari 2020. Antara/Ahmad Fikri

Jalan Desa di Cianjur Sepanjang 100 Meter Ambles

Nasional tanah ambles
Antara • 13 Januari 2020 10:05
Cianjur: Pergerakan tanah kembali terjadi di Kampung Bojongkasih, Desa Sindangsari, Kecamatan Kadupandak, Cianjur, Jawa Barat. BPBD Cianjur, Jawa Barat, mencatat sepanjang 100 meter jalan ambles sedalam satu meter sehingga tidak dapat dilalui kendaraan.
 
"Kendaraan dialihkan ke jalan alternatif melalui Desa Bojongkasih, untuk warga yang akan melakukan aktifitas mendesak," kata Sekretaris BPBD Cianjur, Irfan Sofyan, saat dihubungi, Senin, 13 Januari 2020.
 
Irfan menjelaskan sebagian besar kontur tanah di wilayah Kadupandak sangat labil, sehingga sangat rawan terjadi bencana alam pergerakan tanah dan longsor seiring hujan yang turun deras dengan intensitas tinggi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dikhawatirkan pergerakan tanah yang terjadi di wilayah tersebut terus meluas dan terjadi di sejumlah titik karena pergerakan tanah dipicu tingginya intensitas hujan selama sepekan terakhir.
 
Pihaknya telah menyiagakan petugas dan relawan tangguh bencana untuk siaga dan waspada guna melakukan penanganan cepat saat terjadi hal yang tidak diinginkan.
 
"Meskipun hanya satu garis retakan yang terjadi, namun celahnya cukup besar dan dalam. Tidak hanya jalan desa, area pesawahan di wilayah tersebut terancam gagal panen. Kami siagakan anggota dan relawan untuk melakukan berbagai upaya termasuk mengevakuasi warga saat pergerakan tanah melanda perkampungan," ungkap Irfan.
 
Pihakya mengimbau warga untuk segera berkoordinasi dengan aparat atau petugas Relawan Tangguh Bencana agar dapat langsung ditangani saat hendak mengungsi atau mendapat informasi secara rinci terkait pergerakan tanah yang terjadi.
 
"Relawan sudah melakukan pendataan dan meminta warga untuk segera mengungsi ketika pergerakan tanah terus meluas dan mulai mengancam perkampungan. Untuk saat ini laporan sementara pergerakan tanah yang terjadi masih jauh dari perkampungan," pungkas Irfan.
 
Sebelumnya pergerakan tanah juga terjadi di Kampung Cibolang, Desa Wargaasih, Kecamatan Kadupandak, yang menyebakan irigasi jebol sehingga satu hektare area pesawahan terancam gagal panen dan satu rumah rusak.
 

(DEN)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif