Ilustrasi. (Foto: Medcom.id)
Ilustrasi. (Foto: Medcom.id)

Kades Banguncipto 'Sunat' Dana Program Pembangunan

Nasional kasus korupsi
Ahmad Mustaqim • 12 Desember 2019 09:59
Kulon Progo: Kepala Desa Banguncipto, Kecamatan Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), HS, diduga menyunat seluruh dana proyek pembangunan di Desa Banguncipto. Tindakan itu diduga untuk memperkaya diri sendiri.
 
"Modusnya (anggaran) dipotong-potong, jadi sederhana sekali. Perbuatannya itu lebih mengarah ke penggelapan dalam jabatan," ujar Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Kulon Progo, Widagdo Mulyono Petrus, Rabu, 11 Desember 2019.
 
Widagdo mengatakan anggaran yang dipotong berasal dari hampir semua seksi di pemerintahan desa. HS mencairkan dana tidak sesuai dengan rancangan permohonan awal yang diajukan oleh kepala seksi (kasi) maupun kepala urusan (kaur).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Hampir semua kasi, kaur umum, kaur pemerintahan, dan kesra (pejabatnya) sudah meninggal. Jadi semua (anggaran) modusnya dipotong-potong," katanya.
 
Ia mengatakan HS menjalankan kewenangan menentukan besaran anggaran yang semestinya diputuskan kasi. HS bertanggung jawab dalam setiap pemotongan anggaran, termasuk meminta bendahara desa, SM, memberikan uang ke kasi.
 
"Misalnya, pagu untuk kasi pembangunan anggarannya Rp100 juta, tapi yang diberikan hanya Rp70 juta. Masing-masing tahun anggaran dibuat seperti itu semua," kata dia.
 
Hingga kini, imbuh Widagdo, sudah 70 saksi diperiksa. Pekan depan, Kejari Kulon Progo akan meminta keterangan pegawai honorer yang diduga membuat LPJ palsu.
 
"LPJ 2014, 2015, 2016, dibuat pada 2019. Karena lagi diperiksa, kita akan minta untuk setop dulu buat LPJ," jelasnya.
 
Ia menambahkan, pihaknya akan segera melimpahkan berkas penyidikan ke Pengadilan Tipikor pada Januari 2020. Juga meminta keterangan ahli untuk melengkapi berkas.
 
"Kalau potong memotong sudah fiks. Terpenting, ada uang, pertanggungjawaban, saksi, cukup. Nanti begitu jumlahnya signifikan, fiks semua, tinggal kita limpahkan," jelasnya.

 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif