Wakil Ketua DPRD Sumsel tahun 2014-2019 Yansuri (Kanan) usai memenuhi pemanggilan penyidik Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan, Senin (18/10/2021) (ANTARA/M Riezko Bima Elko P/21)
Wakil Ketua DPRD Sumsel tahun 2014-2019 Yansuri (Kanan) usai memenuhi pemanggilan penyidik Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan, Senin (18/10/2021) (ANTARA/M Riezko Bima Elko P/21)

Kajati Sumsel Periksa Eks 2 Anggota DPRD Terkait Korupsi Dana Hibah Masjid Raya Sriwijaya

Nasional Kejaksaan Kejaksaan Agung Sumatra Selatan
Antara • 18 Oktober 2021 20:31
Palembang: Penyidik Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan memeriksa dua orang mantan anggota DPRD Sumatra Selatan sebagai saksi terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi dana hibah pembangunan Masjid Raya Sriwijaya Palembang, Senin, 18 Oktober 2021.
 
Dua anggota DPRD tersebut, yakni Yansuri Wakil Ketua DPRD Sumsel 2014-2019 dan MF Ridho Ketua Komisi lll DPRD Sumatera Selatan 2014-2019.
 
Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan Khaidirman mengatakan masing-masing saksi diperiksa oleh penyidik secara bergantian dengan jumlah lebih kurang 32 pertanyaan di ruang Lantai Enam Gedung Kejaksaan Tinggi selama enam jam.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Salah satu poin pertanyaan dalam pemeriksaan ini seputar kelengkapan administrasi pembangunan masjid seperti proposal dana hibah,” kata Khaidirman, Senin, 17 Oktober 2021.
 
Menurutnya, keterangan dari saksi tersebut dibutuhkan untuk melengkapi berkas perkara atas enam tersangka. Masing-masing Muddai Madang, Laoma L Tobing, Loka Sangganegara, Akhmad Najib, Agustinus Antoni, dan Alex Noerdin.
 
“Tentu penyidik memiliki penilaian sendiri. Sementara itu yang bisa disampaikan,” ujarnya.
 
Baca: Gubernur Sumsel Keroyok Vaksinasi di 17 Kabupaten/Kota
 
Dalam kesempatan ini seharusnya, ada lima orang saksi yang diminta untuk hadir, antara lain, Agus Sutikno Komisi III DPRD Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2014-2019, Chairul S Matdiah Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2014-2019, dan Mantan Direktur Utama PT Brantas Abipraya (Persero) Bambang E Marsono.
 
Namun sampai saat ini dua orang saksi tidak hadir tanpa keterangan dan satu orang saksi tidak hadir dengan alasan sakit. Saksi Yansuri mengatakan ada banyak pertanyaan yang disampaikan oleh penyidik kepada mereka, salah satunya terkait legalitas proposal.
 
Seperti diketahui dalam pembangunan Masjid Raya Sriwijaya tersebut pihak pertama, yakni pemerintah dan pihak kedua Yayasan Wakaf Masjid tidak melampirkan proposal dalam rapat badan anggaran di DPRD Sumatera Selatan.
 
“Lebih jelasnya nanti tanyakan saja dengan penyidik. Poinnya kapasitas kami ditanyakan seputar administrasi,” tandasnya.
 
(WHS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif