Petugas berupaya mengevakuasi warga di wilayah terdampak banjir di Gowa, Sulawesi Selatan. (Foto: MI/Lina Herlina)
Petugas berupaya mengevakuasi warga di wilayah terdampak banjir di Gowa, Sulawesi Selatan. (Foto: MI/Lina Herlina)

Banjir Kabupaten Gowa Disebut yang Terparah

Nasional banjir tanah longsor
24 Januari 2019 10:12
Jakarta: Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah menyebut banjir yang menerjang Kabupaten Gowa dan sejumlah wilayah di Sulsel adalah yang terparah. Selain karena curah hujan, meluapnya sub daerah aliran sungai (DAS) Maros dan pembukaan pintu air bendungan Bilibili juga berkontribusi menyebabkan banjir di wilayah Sulsel.
 
"Ini kejadian pertama (terparah). Selama ini memang terjadi banjir tetapi tidak separah ini," ujarnya melalui sambungan satelit dalam Metro Pagi Primetime, Kamis, 24 Januari 2019.
 
Nurdin mengatakan curah hujan di wilayah Sulsel beberapa hari belakangan cukup ekstrem sehingga membuat debit air baik di sungai Maros maupun bendungan Bilibili melampaui ketinggian normal. Kapasitas bendungan yang hanya mampu memuat debit air hingga 104 cm terus meninggi akibat curah hujan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ketinggian normalnya hanya 99 sentimeter, kemarin sudah mencapai 104 sentimeter. Makanya kita buka pintu air bendungan itu (agar tidak jebol) dan pasti banyak daerah akan terendam termasuk permukiman," kaya dia.
 
Kendati demikian, Nurdin memastikan saat ini ketinggian di bendungan Bilibili dan sungai Maros berangsur normal. Pantauan terakhir yang dilakukan pemerintah daerah dan instansi terkait akses jalan di wilayah Maros sudah terbuka dan ketinggian air di bendungan Bilibili kembali ke normal; 99 sentimeter.
 

 

(MEL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi