Sutarmidji Persilakan Polda 'Bersih-bersih' di Kalbar
Sutarmidji dan Ria Norsan berpose usai dilantik sebagai Gubernur-Wakil Gubernur Kalbar di Istana Negara Jakarta, Rabu, 5 September 2018, MI - Ramdani
Pontianak: Polda Kalimantan Barat menangkap kepala dan staf Dinas Pekerjaan Umum Pemerintah Kabupaten Ketapang. Gubernur Kalbar Sutarmidji mengapresiasi tindakan kepolisian itu dengan tujuan membersihkan pemerintahan dari tindak pidana korupsi dan pungutan liar

Penangkapan dilakukan pada Senin, 22 Oktober 2018. Kepala Dinas PU Pemkab Tangerang berinisial DG. Ia diduga melakukan pungutan liar di sejumlah proyek di Ketapang.

Sedangkan tiga orang lainnya merupakan anak buah DG. Yaitu FI, Kepala Seksi Perencanaan Bidang Cipta Karya; Ra, Kepala Bidang Cipta Karya; Ar, Staf Cipta Karya; dan He, tenaga honorer Bidang Cipta Karya.


"Saya sangat mendukung langkah tersebut, termasuk di jajaran Pemprov Kalbar. Silakan kepolisian lakukan (tangkap-red) saja kalau menemukan pungutan liar," kata Sutarmidji di Pontianak, Kalbar, Selasa, 23 Oktober 2018.

Sutarmidji juga mengingatkan lima orang itu dapat diberhentikan dari pekerjaan masing-masing, terutama yang berstatus pegawai negeri sipil (PNS). Menurut Sutarmidji, sanksi itu merupakan aturan yang berlaku.

"PNS kalau selama 46 hari tidak masuk tanpa kabar sudah boleh diberhentikan," ujar Sutarmidji.

Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Nanang Purnomo mengatakan penangkapan bermula dari laporan beberapa kontraktor. Mereka melapor lantaran dana proyek tak kunjung cair.

Penyidik menindaklanjuti laporan. Setelah bukti lengkap, penangkapan dilakukan.

"Saat ini kelimanya sedang dilakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang sudah diamankan, melakukan penggeledahan terhadap kantor dan rumah pihak-pihak terkait, kemudian melakukan penyitaan barang bukti, dan melakukan gelar perkara," kata Nanang.



(RRN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id