Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, saat meluncurkan Radar Covid-19 Jatim, di Gedung Negara Grahadi Surabaya. (Medcom.id/Amal)
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, saat meluncurkan Radar Covid-19 Jatim, di Gedung Negara Grahadi Surabaya. (Medcom.id/Amal)

Jatim Luncurkan Layanan Radar Covid-19

Nasional Virus Korona
Amaluddin • 03 April 2020 08:51
Surabaya: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meluncurkan layanan obrolan WhatsApp, bernama Radar Covid-19 Jatim. Layanan diharapkan bisa membatasi mobilitas penduduk, peta penyebaran korona, hingga menjadi ruang konsultasi masyarakat.
 
"Kami luncurkan layanan ini, karena banyak pertanyaan terkait lokasi kasus korona di mana, berapa pasien positif di daerah, dan lainnya. Dengan layanan ini, masyarakat bisa tahu dan bisa mengantisipasinya," kata Khofifah, saat meluncurkan Radar Covid-19 Jatim, di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Surabaya, Jawa Timur, Kamis malam, 2 April 2020.
 
Masyarakat yang ingin menggunakan layanan Radar Covid-19 Jatim, cukup meng-klik laman infocovid19.jatimprov.go.id/wacovid19.Melalui Radar Covid-19 Jatim, masyarakat bisa mengetahui jumlah dan wilayah pasien positif korona, pasien dalam pengawasan (PDP), dan orang dalam pemantauan (ODP) di setiap daerah di Jatim. Sehingga masyarakat bisa waspada dengan menghindari daerah tertentu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jadi, data ini tidak hanya mencakup wilayah di kabupaten/kota, melainkan hingga kelurahan. Kami berharap pemerintah di setiap daerah, terus membantu memperbaharui data tersebut. Dengan begitu bakal memperkaya datanya," ujarnya.
 
Baca: 11 Pasien Positif Korona di Jatim Meninggal
 
Khofifah mengaku dibantu 1.862 relawan mahasiswa kedokteran di Jatim dalam mengoperasikan layanan itu. Mereka ikut memantau pergerakan kasus covid-19, mulai tingkat kabupaten/kota hingga kelurahan.
 
"Layanan ini sebagai ikhtiar optimal kita dalam menekan penyebaran covid-19, dan memberi rasa aman kepada warga Jatim," jelasnya.
 
Program ini hasil pengembangan tahap III dari yang telah diluncurkan sebelumnya. Pengembangan merujuk lantaran semakin banyaknya warga Jatim butuh informasi terkait covid-19.
 
Sebelumnya, Khofifah meluncurkan layanan Search Check Up Covid-19. Layanan diberikan kepada masyarakat yang ingin mengetahui informasi virus korona, serta gejalanya. Sehingga masyarakat bisa mengantisipasinya.
 
Tahap kedua seiring, bertambahnya jumlah masyarakat terpapar korona di Jatim, perluasan layanan ditingkatkan dengan ruang obrolan bernama Fovid-19 (forum obrolan Covid-19). Masyarakat bisa langsung berkonsultasi dengan dokter, dan ahli kesehatan secara real time, terkait keluhan kesehatan yang dialami masyarakat.
 
Jumlah warga Jatim terpapar korona mencapai 103 orang per 2 April 2020. Sedangkan jumlah kasus PDP bertambah dari 536 menjadi 686 orang, dan ODP menjadi 8.395 orang.

 

(LDS)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif