NEWSTICKER
Suasana di dalam Agung Al-Ukhuwwah Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Jumat, 20 Maret 2020. Medcom.id/ Roni Kurniawan
Suasana di dalam Agung Al-Ukhuwwah Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Jumat, 20 Maret 2020. Medcom.id/ Roni Kurniawan

Masjid Agung Al-Ukhuwwah Tak Gelar Kegiatan Sementara Waktu

Nasional Virus Korona
Roni Kurniawan • 20 Maret 2020 11:24
Bandung: Dewan Kemakmuran Masjid Agung Al-Ukhuwwah Kota Bandung memutuskan tidak menggelar Salat Jumat untuk sementara waktu. Hal ini guna mencegah penyebaran virus korona covid-19 di Kota Bandung.
 
Ketua DKM Al-Ukhuwwah, Bambang Sukardi, mengatakan pelaksaan Salat Jumat serta salat berjamaah lima waktu di masjid milik Pemkot Bandung itu untuk sementara ditiadakan.
 
"Saya melihat perkembangan yang ada, dan surat edaran Wali Kota Bandung," kata Bambang di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Jumat, 20 Maret 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bambang menjelaskan keputusan ini baru diambil hari ini dengan berbagai pertimbangan dan hasil pertemuan pengurus masjid. Ia pun meminta maaf kepada warga yang biasa melaksanakan Salat Jumat di masjid tersebut.
 
Selain itu, berbagai kegiatan di masjid tersebut pun untuk sementara waktu ditiadakan, seperti tablig akbar, pengajian rutin, dan kegiatan lainnya.
 
"Semua kegiatan kita berhentikan dulu sesuai dengan arahan dari Pak Wali Kota. Jado bagi masyarakat, untuk sementara beribadah di rumah masing-masing dulu," jelas Bambang.
 
Sementara Ketua Majels Ulama Indonesia (MUI) Kota Bandung, Miftah Faridl, memaklumi apabila ada masjid yang memiliki jemaah dalam jumlah banyak memutuskan untuk tutup sementara. Hal itu dipercaya demi kebaikan dan keselamatan masyarakat agar terhindar dari virus korona.
 
"Imbauannya masing-masig apabila ada daerah yang dikhawatirkan peularan, maka melaksanakan di tempat dengan kumpulan kecil atau di tempat lainnya seperti di rumah," kata Miftah.
 
Miftah kembali mengulas bahwa fatwa MUI pusat juga menyarankan untuk mengutamakan keselamatan masyarakat. Sehingga, tidak memaksakan untuk menggelar salat berjamaah dalam jumlah banyak.
 
"Fatwa MUI-nya begitu, kalau dalam suasana diduga membahayakan salat di rumah atau di tempat lain," pungkas Miftah.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif