Seorang warga menunjukkan lokasi jembatan yang telah hanyut terseret arus sungai Progo. (Foto: Medcom.id/ahmad mustaqim)
Seorang warga menunjukkan lokasi jembatan yang telah hanyut terseret arus sungai Progo. (Foto: Medcom.id/ahmad mustaqim)

Jembatan Hanyut, Akses Kulon Progo-Bantul Terputus

Nasional cuaca ekstrem cuaca buruk
Ahmad Mustaqim • 23 Oktober 2020 13:42
Kulon Progo: Sebuah jembatan berkonstruksi kayu dan bambu di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), hanyut terbawa arus Sungai Progo.
 
Sumarno, seorang warga, mengatakan, jembatan itu merupakan akses warga dari Dusun Temben, Desa Ngentakrejo, Kecamatan Lendah, Kabupaten Kulon Progo dengan Dusun Manukan, Desa Sendangsari, Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul.
 
“Setelah semalaman hujan, paginya aliran sungai meluap. Akibatnya (tiang penyangga) jembatan jebol dan hanyut,” kata dia, di Kulon Progo, Jumat, 23 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut dia, jembatan hanyut dalam waktu kurang dari sejam. Ia memperkirakan, panjang jembatan sekitar 100 meter dengan lebar 1,8 meter.
 
Akibat peristiwa itu, kata Sumarno, aktivitas warga di wilayah perbatasan Bantul dan Kulon Progo terganggu, termasuk perekonomian masyarakat. Pasalnya Akses jembatan terdekat lainnya harus ditempuh lebih dari dua kilometer.
 
Baca juga:Pembunuhan Wanita Dalam Mobil Terbakar di Sukoharjo Dipicu Utang
 
“Selain melintasi jembatan yang sudah hilang ini harus lewat jembatan yang jaraknya lumayan. (Akses) jalan ke jembatan lain menanjak,” ujarnya.
 
Pihaknya belum tahu apakah jembatan akan dibangun kembali. Ia menyebut, jembatan itu dibangun warga secara swadaya. Masyarakat yang melintas pun diminta membayar Rp2 ribu sebagai ongkos perawatan.
 
“Jembatan sudah pernah hanyut, dibangun lagi. Kalau mau bikin (jembatan) lagi kemungkinan tahun depan,” ungkapnya.
 
Sementara itu, Kepala Desa Ngentakrejo, Sumardi, menyatakan belum bisa membantu sebab pemerintah desa memiliki keterbatasan anggaran. Kendati demikian, rencana pembangunan jembatan secara permanen sudah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa.
 
“Sudah diusulkan ke Pemkab Kulon Progo dan DPRD, tapi sampai sekarang belum ada kejelasan,” jelas dia.
 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif