Gubernur Jateng Ganjar Pranowo (tengah) bersama Kapolda Jateng Irjen Rycko Amelza Dahniel (kanan), dan Aspidsus Kejati Jateng, Ketut Sumedana (kiri). (Foto: Dokumentasi Humas Polda Jateng)
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo (tengah) bersama Kapolda Jateng Irjen Rycko Amelza Dahniel (kanan), dan Aspidsus Kejati Jateng, Ketut Sumedana (kiri). (Foto: Dokumentasi Humas Polda Jateng)

Pemprov Jateng Ajak Warga Laporkan Dugaan Korupsi

Nasional pemberantasan korupsi
Mustholih • 10 Oktober 2019 14:16
Semarang: Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengajak masyarakat tak ragu melaporkan dugaan korupsi. Melalui situs laporkorupsijateng.id, laporan masyarakat akan ditangani tim khusus antikorupsi gabungan Pemprov Jateng, Polda, dan Kejaksaan Tinggi.
 
"Ini upaya kami bersama Forkompida Jateng melakukan pencegahan dan pemberantasan korupsi. Semua prosesnya dapat berjalan baik dan tak menimbulkan keributan," kata Ganjar, di Semarang, Kamis, 10 Oktober 2019.
 
Menurut Ganjar situs pelaporan dugaan korupsi Pemprov Jateng dikelola oleh Direskrimsus Polda Jateng, Aspidsus Kejaksaan Tinggi Jateng, dan Inspektorat Jateng.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Ganjar, warga Jateng dapat melaporkan apa saja yang terkait dengan dugaan tindak pidana korupsi. Ia bahkan mengajak semua elemen masyarakat berantas korupsi sambil minum kopi.
 
"Jadi jargonnya berantas korupsi sambil ngopi. Tujuannya agar penyelesaian semua laporan dapat dilakukan dengan baik. Dikaji bersama dan didiskusikan sambil minum kopi," kata dia,
 
Sementara itu, Kapolda Jawa Tengah, Irjen Rycko Amelza Dahniel, menyatakan, kanal khusus ini wujud nyata semangat pemberantasan korupsi di Jawa Tengah.
 
"Pengawasan, pencegahan, dan pemberantasan korupsi akan semakin terarah. Kami siap berkoordinasi dan bersinergi," kata dia.
 
Senada, Asisten Pidana Khusus Kejati Jateng, Ketut Sumedana, menambahkan, forum ini bisa menjadi jembatan koordinasi antara aparat penegak hukum dengan pemerintah daerah. "Ke depan hal ini juga diakomodasi sampai ke daerah lain di Indonesia," pungkasnya.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif