Ilustrasi. FOTO: MI/RAMDANI
Ilustrasi. FOTO: MI/RAMDANI

Sultan Nilai Kenaikan Iuran BPJS Membebani Rakyat Miskin

Nasional BPJS Kesehatan
Patricia Vicka • 07 November 2019 20:50
Yogyakarta: Iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan akan naik 100 persen per 1 Januari 2020. Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwana X menilai kenaikan ini akan membebankan rakyat miskin.
 
"Masyarakat miskin terasa terbebani. tapi kalau yang engga miskin mungkin terasa murah," kata Sri Sultan di Kantor kepatihan Yogyakarta, Kamis, 7 November 2019.
 
Sultan menjelaskan pemda turut merasa berat dengan kenaikan iuran ini. Pasalnya Pemda turut membayar beberapa iuran peserta BPJS Kesehatan yang berasal dari golongan pekerja penerima upah (PPU) sebesar 5 persen. Mereka adalah Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI Polri, Pegawai BUMD dan karyawan swasta.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sultan berharap kenaikan iuran ini turut diikuti dengan peningkatan pelayanan dan kualitas sarana dan prasarana rumah sakit. "Enggak cuma biaya kesehatan saja. (yang naik) tapi harus ditopang dengan fasilitas Rumah sakit," jelas Sultan.
 
Senada Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi juga merasa berat dengan kenaikan ini. Pasalnya besaran dana ABPD bakal tersedot dua kali lipat dibandingkan 2019.
 
Pemkot memperkirakan dengan kenaikan ini, butuh anggaran sebesar Rp50-70 miliar per tahun dari APBD Kota Yogyakarta.
 
"Kenaikan iuran itu jelas memberatkan APBD 2020. Tapi pelayanan masih kurang dan banyak masalah," kata Heroe.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif