Dana desa dialokasikan pembangunan dan pemberdayaan PAUD di NTT. Foto: MI/Ferdinandus Rabu
Dana desa dialokasikan pembangunan dan pemberdayaan PAUD di NTT. Foto: MI/Ferdinandus Rabu

Desa di NTT Alokasikan Dana Desa untuk PAUD

Nasional dana desa
Ferdinandus Rabu • 07 November 2019 13:35
Flores Timur: Sejumlah desa di Kabupaten Flores Timur (Flotim), Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalokasikan sebagian dana desa untuk pembangunan dan pemberdayaan pendidikan anak usia dini (PAUD). Di antaranya Desa Latonliwo Satu, Kecamatan Tanjung Bunga dan Desa Lewoingu, Kecamatan Titehena.
 
"Kami sepakat membangun PAUD karena pentingnya pendidikan sejak usia dini bagi anak-anak di desa kami untuk segera dihadirkan," ujar Kepala Desa Latonliwo Satu, Gaspar Bali Belaja, Kamis, 7 November 2019.
 
Dia mengungkap sejak 2017 telah mengalokasikan dana desa sebanyak Rp234.303.300 untuk pembangunan sekolah PAUD. Sebanyak tiga ruangan PAUD dibangun agar membantu pendidikan anak-anak di desa.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami bersyukur sudah dua angkatan yang diwisuda dan saat ini sekitar 30 siswa PAUD yang mengenyam pendidikan di sini. Anak-anak di desa pun sangat antusias mengikuti pendidikan paud di desa kami," jelasnya.
 
Tak hanya membangun. Dia menerangkan dana desa juga dialokasikan setiap tahunnya untuk pemberdayaan PAUD dan honor empat tenaga pengar. Masing-masing tenaga pengajar diupah Rp400 ribu per bulan, dan akan dinaikan tahun 2020 menjadi Rp700 ribu per bulan.
 
Selain itu dana desa juga dialokasikan untuk pengelolaan PAUD sebesar Rp3 juta per tahun. Belanja buku sebesar Rp1,6 juta, belanja 60 buah kursi dengan anggaran sebesar Rp3,6 juta rupiah, dan belanja 60 buah meja sebesar Rp3,6 juta.
 
"Kami berharap kehadiran PUD dapat meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak di desa kami sejak dini," tandasnya.
 
Manfaat keberadaan PAUD juga dirasakan Desa Lewoingu, Kecamatan Titehena. Desa ini mengalokasikan sebagian dana desa untuk pemberdayaan PAUD setiap tahun, untuk belanja perlengkapan sekolah dan biaya pengajar.
 
Kepala Desa Lewoingu, Lambertus Laga Wuyo Kumanireng menerangkan tahun ini mengalokasikan dana desa Rp33 juta untuk pemberdayaan PAUD dan gaji tenaga pengajar. Setiap guru PAUD diupah Rp1 juta per bulan.
 
"Kami menyadari pentingnya PAUD di daerah kami, agar anak-anak di desa kami tidak membuang waktu percuma, tetapi bisa mulai meningkatkan ilmu dan pengetahuan sejak dini," ungkap Lambertus, Kamis, 7 November 2019.
 

(LDS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif