NEWSTICKER
Gunung Semeru dua kali mengalami erupsi pada Jumat, 17 Januari 2020. (Foto: PVMBG)
Gunung Semeru dua kali mengalami erupsi pada Jumat, 17 Januari 2020. (Foto: PVMBG)

Gunung Semeru Dua Kali Erupsi

Nasional erupsi gunung
Antara • 18 Januari 2020 11:03
Lumajang: Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, mengalami dua kali erupsi pada Jumat, 17 Januari 2020. Pengamatan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral,letusan pertama terjadi pukul 05.53 WIB dan letusan kedua terjadi pukul 17.22 WIB.
 
"Teramati dua kali letusan di Gunung Semeru dengan warna asap putih kelabu setinggi 400 meter pada pagi hari dan sorenya setinggi 600 meter yang condong ke arah utara," kata Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api PVMBG Hendra Gunawan, melansir Antara, Sabtu, 18 Januari 2020.
 
Erupsi Semeru yang terekam di seismogram berlangsung kurang lebih dua menit sembilan detik dengan amplitudo maksimum 25 milimeter (mm). Menurut PVMBG tinggi kolom abunya sekitar 400 meter di atas puncak atau sekitar 4.076 mdpl.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sorenya erupsi terekam di seismogram beramplitudo maksimum 24 mm selama kurang lebih satu menit 39 detik dengan kolom abu setinggi 600 meter di atas puncal," jelas Hendra.
 
Ia menjelaskan selama 24 jam pengamatan pada 17 Januari 2020, Gunung Semeru mengalami 23 kali gempa letusan dengan amplitudo 9-23 mm selama 23-221 detik, empat kali gempa guguran dengan amplitudo 3-9 mm selama 68-122 detik, dan empat kali gempa embusan dengan amplitudo 3-8 mm, berdurasi 40-67 detik.
 
"Erupsi seperti itu di Gunung Semeru sering terjadi karena menandakan gunung api tersebut masih aktif," sambung dia.
 
Hendra mengatakan gunung setinggi 3.676 mdpl itu tidak mengalami peningkatan aktivitas dan statusnya masih Waspada (Level II). Dengan status tersebut, warga dan pendaki tidak boleh melakukan aktivitas di dalam radius satu kilometer dari puncak dan jalur sejauh empat kilometer di sektor lereng selatan-tenggara kawah aktif yang merupakan wilayah bukaan Jonggring Seloko sebagai alur luncuran awan panas.
 
"PVMBG merekomendasikan agar masyarakat dan pendaki mewaspadai gugurnya kubah lava di Kawah Jongring Seloko yang merupakan wilayah bukaan kawah aktif Gunung Semeru," pungkasnya.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif