Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (tengah). IST
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (tengah). IST

Risma akan Bikin Perwali Kurikulum Pendidikan Antikorupsi

Nasional Pendidikan Antikorupsi
Syaikhul Hadi • 14 Juli 2019 16:10
Surabaya: Wali Kota Surabaya,Tri Rismaharini, berencana memasukkan pendidikan antikorupsi ke kurikulum. Risma menilai, pendidikan antikorupsi sejak dini sangat penting untuk membentuk karakter anak.
 
Risma mengatakan, guru memiliki peranan penting bagi perkembangan anak. Sebab, anak tersebut bakal jadi penerus bangsa.
 
"Panjenengan tidak boleh malu ketika anak didik mendapatkan nilai jelek saat ujian. Yang terpenting bagi anak didik adalah kejujuran, kerja keras dan perjuangan untuk meraih nilai. Kalau suka mencontoh atau menyontek, itu namanya cari jalan pintas. Anak ini tidak akan survive di masa mendatang," tutur Risma, saat workshop Insersi Pendidikan Antikorupsi dan Sosialisasi Aplikasi Jaga di hadapan para guru TK, SD/MI, SMP/MTS di gedung Siola Surabaya, Jawa Timur, Minggu, 14 April 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Risma berencana membuat kisi-kisi mata pelajaran antikorupsi. Menurutnya, pelajaran antikorupsi harus diajarkan setiap hari tak hanya dihafalkan.
 
"Nanti saya bersama Dinas Pendidikan (Dispendik) akan membuat peraturan wali kota (Perwali) pendidikan antikorupsi," tegasnya.
 
Risma menjelaskan, kurikulum antikorupsi sangat penting diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Baik dari aspek kedisiplinan, kejujuran, dan mampu membentuk karakter siswa. Nantinya, kurikulum antikorupsi juga akan diintegrasikan dengan pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN) disekolah.
 
"Pendidikan antikorupsi ini sangat penting ditanamkan sejak dini kepada anak-anak. Sehingga hal ini membawa dampak positif terhadap karakter mereka. Mereka akan terbiasa untuk berbuat jujur. Jika sejak kecil kita tanamkan, maka besarnya akan sulit untuk berubah. Saya yakin kalau ini kita lakukan akan menjadi anak-anak yang luar biasa,” tandasnya.
 
Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang, yang turut hadir dalam acara tersebut menyambut baik rencana Wali Kota Surabaya. Saut menilai, kurikulum antikorupsi jangan dijadikan beban bagi anak-anak. Tapi yang terpenting adalah penerapannya.
 
"Jadi, jangan dijadikan beban kurikulum agar siswa mampu menerapkannya, nanti juga tidak ada ujiannya, karena sudah diterapkan setiap hari," tambah Saut.
 
Saut berpesan agar para guru mampu menerapkan sembilan nilai dasar yang sudah dijalankan KPK. Seperti Kesederhanaan, kejujuran, berani, adil, dan lain-lain.
 
"Semua itu harus terintegrasi dengan pelajaran,” tandasnya.
 

(LDS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif