Pesawat N250 rancangan BJ Habibie saat tiba di Museum Pusat TNI Angkatan Udara Dirgantara Mandala (Muspusdirla) Landasan Udara Adisutjipto Yogyakarta. (Foto: Medcom.id/Ahmad Mustaqim)
Pesawat N250 rancangan BJ Habibie saat tiba di Museum Pusat TNI Angkatan Udara Dirgantara Mandala (Muspusdirla) Landasan Udara Adisutjipto Yogyakarta. (Foto: Medcom.id/Ahmad Mustaqim)

Saksi Kejayaan Teknologi Indonesia itu Bernama 'Gatotkaca'

Nasional hut ri hut kemerdekaan Pesawat N250
Ahmad Mustaqim • 23 Agustus 2020 19:25
Yogyakarta: Petualangan burung besi bernama Gatotkaca atau pesawat N250 karya eks Menteri Riset dan Teknologi era Orde Baru, Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie, dipaksa berhenti. Tubuh pesawat sepanjang 26 meter itu kini terparkir di Museum Pusat TNI Angkatan Udara Dirgantara Mandala (Muspusdirla) Landasan Udara Adisutjipto Yogyakarta.
 
Pesawat yang dikirim dari Depo Pemeliharaan (Depohar) 10 Lanud Husein Sastranegara Bandung, Jawa Barat, Kamis, 20 Agustus 2020, itu tak utuh. Bagian sayap hingga baling-baling dipisahkan untuk dirancang lagi di 'rumah baru'.
 
Tak mudah proses pemindahan Gatotkaca dari 'rumah lama'-nya di Kota Kembang ke 'rumah baru' di Yogyakarta. Para pengantar bahkan harus menempuh perjalanan sehari semalam dengan jarak 540 kilometer hanya agar Gatotkaca bisa selamat sampai tujuan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Kadispenau) Marsma TNI Fajar Adriyanto, menuturkan kesulitan utama pemindahan Gatotkaca adalah saat badan pesawat yang diangkut truk trailer itu tak mampu melintasi kolong-kolong jembatan penyeberangan di jalan tol yang dianggap tak cukup tinggi. Seperti saat melintasi salah satu ruas tol di Kota Semarang, Jawa Tengah.
 
"Akhirnya disiasati agar bisa lewat (pintu tol). (Kesulitan dalam perjalanan) membuat lama proses (pengiriman),” tutur dia.
 
Fajar mengakui telah memprediksi hambatan dalam proses pemindahan pesawat seberat 13.600 kilogram itu jika melalui jalur darat. Selain truk yang sudah pasti memakan hampir seluruh badan jalan, kendaraan muatan Gatotkaca pun harus berjalan perlahan agar tak mencelakai angkutan lain yang melintas di sisi kanan-kirinya.
 
"(Tapi proses ini) sebetulnya memberikan hiburan juga buat masyarakat. Saat di rest area banyak warga yang meminta berfoto,” kata Fajar.
 
Sampai di Kota Pelajar, Gatotkaca akan langsung dirakit kembali. Prosesnya diprediksi memakan waktu hingga akhir Agustus 2020.
 
Kejayaan teknologi
 
Fajar mengungkapkan Gatotkaca akan dipajang di bagian depan museum sebagai pengejawantahan kejayaan industri dirgantara Indonesia. Kehadiran Gatotkaca menjadi ke-60 di antara pesawat dari sejumlah negara yang juga ikut dipajang di museum tersebut.
 
Ia menuturkan, Gatotkaca dirancang dengan teknologi canggih sebagai hadiah BJ Habibie untuk peringatan ke-50 tahun Kemerdekaan Indonesia.
 
Fly by wire system, kokpit kaca penuh dengan instrumen mesin dan sistem peringatan kru (full glass cockpit with engine instrument and crew alerting system/EICAS), kontrol mesin dengan kontrol mesin digital autorithy penuh (engine control with full autorithy digital engine control/FADEC), dan sistem tenaga listrik dengan generator frekuensi konstan kecepatan variabel electrical power system with variable speed constant frequency/VSCF), menjadi bukti kecintaan Habibie kepada Indonesia.
 
Tak cuma dirancang, Gatotkaca sempat terbang perdana pada 1995, tepat pada HUT ke-50 RI. Gatotkaca pernah juga mejeng di Paris Air Show 1997.
 
Kala itu, Gatotkaca mampu memukau pengunjung yang datang. Sayang, produksi pesawat terhenti akibat krisis di dalam negeri.
 
"Momen 75 tahun Indonesia merdeka, kita simpan Gatotkaca di museum. Sebagai momen mengenang peristiwa 25 tahun lalu," kenang Fajar.

 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif